Ilustrasi(Dok Istimewa)
PEMERINTAH Kota Padang Panjang kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan nilai pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan nilai terjangkau.
Kegiatan berjalan di area parkir Masjid Muhammadiyah, Selasa (28/7), dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Melalui GPM, masyarakat dapat membeli beragam komoditas pangan dengan nilai di bawah pasaran, seperti cabe merah, bawang merah, bawang putih, kentang, terong, buncis, bawang prei, seledri, selada, wortel, kol, serta jenis sayuran lainnya.
Sayuran tersebut merupakan hasil panen tiga Kelompok Wanita Tani (KWT) bimbingan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan).
Selain itu, Balai Benih Ikan (BBI) menyediakan ikan nila hasil budidaya, sementara Perum Bulog menghadirkan mobil pangan nan menjual beragam kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, dan komoditas pangan lainnya.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Varia Warvis mengatakan, GPM menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam menjaga keterjangkauan nilai pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
"Antusiasme masyarakat selalu tinggi. Bahkan sebelum pukul 11.00 WIB, sebagian besar komoditas biasanya sudah lenyap terjual. Kami berupaya agar GPM ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap bulan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," ujarnya.
Varia menjelaskan, seluruh komoditas dijual dengan nilai lebih rendah dibandingkan nilai pasar sebagai corak intervensi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.
Beberapa komoditas nan dijual antara lain cabe merah Rp35.000/kg, bawang merah kampung Rp22.000/kg, bawang merah impor Rp13.000/kg, bawang putih Rp12.000 per separuh kilogram, kentang Rp12.000/kg serta ikan nila Rp16.000 per separuh kilogram.
Salah seorang warga, Ros mengaku terbantu dengan penyelenggaraan GPM lantaran nilai nan ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan nilai di pasaran.
"Kami berambisi aktivitas seperti ini terus dilaksanakan secara rutin lantaran sangat membantu masyarakat, terutama ketika nilai kebutuhan pokok mengalami kenaikan," tuturnya. (H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·