Evakuasi korban tenggelamnya KM Nurul Salsa, Kamis (23/7/2026).(MI/Lina Herlina)
OPERASI pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Sulawesi Selatan memasuki hari kesembilan, setelah diperpanjang tiga hari. Hasilnya, Tim SAR campuran sukses mengevakuasi satu jenazah laki-laki nan ditemukan mengapung di perairan timur laut Pulau Matallang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Kamis (23/7).
Penemuan ini menambah daftar korban jiwa dari musibah nan menewaskan sedikitnya tiga orang, sementara 15 penumpang lainnya tetap dinyatakan hilang.
Jenazah laki-laki tersebut ditemukan sekitar pukul 13.00 Wita oleh penduduk setempat, berada kurang lebih 100 meter dari bibir pantai Pulau Matallang. Tim Rigid Inflatable Boat (RIB) KN SAR Pacitan nan sedang bekerja di letak segera bergerak melakukan evakuasi.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar, Andi Sultan, membenarkan penemuan tersebut.
"Siang ini Tim RIB KN SAR Pacitan sukses mengevakuasi satu jenazah berjenis kelamin laki-laki nan ditemukan di sebelah timur laut Pulau Matallang, sekitar 100 meter dari bibir pantai. Jenazah telah dievakuasi dan selanjutnya dibawa menuju KN SAR Pacitan untuk penanganan lebih lanjut," ujar Andi Sultan.
Hingga saat ini, tim SAR campuran tetap berkoordinasi dengan seluruh unsur mengenai untuk menentukan letak penyerahan jenazah guna proses identifikasi lebih lanjut.
Andi Sultan menjelaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah jenazah bakal langsung dibawa ke Makassar alias terlebih dulu dievakuasi ke Selayar.
Keputusan tersebut bakal ditentukan berasas hasil koordinasi di lapangan dengan mempertimbangkan aspek operasional dan proses identifikasi korban.
Proses identifikasi korban rencananya bakal dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan. Tim SAR berambisi identitas jenazah nan baru ditemukan dapat segera dipastikan sehingga dapat disampaikan kepada pihak keluarga.
Sebelumnya, KM Nurul Salsa dilaporkan tenggelam pada Rabu (15/7) awal hari sekitar pukul 05.00 Wita, saat berlayar dari Pelabuhan Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar. Kapal tersebut mengalami gangguan mesin di perairan barat Pulau Polassi, sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng.
Berdasarkan hasil verifikasi terbaru manifes penumpang, jumlah korban mengalami perubahan dari semula 78 orang menjadi 76 orang setelah ditemukan dua nama tercatat dobel dan satu orang dinyatakan batal berangkat.
Dengan pembaruan info tersebut, hingga hari kesembilan operasi tercatat 58 orang sukses ditemukan dalam keadaan selamat, 3 orang meninggal dunia, dan 15 orang tetap dalam pencarian.
Tim SAR campuran membagi pencarian ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). KN SAR Pacitan 102 berbareng RIB Pacitan melakukan penyisiran di perairan Pulau Sapuka, sementara KN SAR Kamajaya 104 berbareng RIB Kamajaya menyisir perairan Pulau Aloang dan Pulau Sapinggan. Kapal KLM Mattoangin serta kapal-kapal nelayan juga dikerahkan untuk menyisir pulau-pulau tidak berpenghuni di sekitar Kepulauan Sabalana.
Pencarian difokuskan di wilayah Kepulauan Sabalana nan diperkirakan menjadi area pergerakan korban berasas kajian arus laut dan pertimbangan operasi sebelumnya. Namun, tim SAR menghadapi hambatan berupa gelombang tinggi di sekitar Kepulauan Sabalana nan memaksa pergerakan personel dan alutsista dilakukan secara hati-hati tanpa mengurangi intensitas pencarian.
Basarnas Makassar juga memperluas perhatian ke arah perairan Nusa Tenggara Barat (NTB) berasas kajian pergerakan arus laut nan menunjukkan kecenderungan objek hanyut bergerak ke wilayah tersebut. (LN/E-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·