Penembakan Massal Landa Panti Remaja Raksasa Eropa, 6 Orang Tewas

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi penembakan massal nan mengerikan mengguncang sebuah akomodasi kesejahteraan pemuda di kota Stade, Jerman utara, Senin (29/06/2026), menyebabkan empat wanita dan dua laki-laki tewas seketika serta beberapa orang lainnya luka-luka. Otoritas kepolisian setempat mengonfirmasi lima orang tewas di letak kejadian, sementara korban keenam mengembuskan napas terakhirnya setelah sempat dilarikan ke rumah sakit.

Mengutip laporan CNN, seluruh korban tewas merupakan orang dewasa nan bekerja sebagai tenaga kerja di akomodasi tersebut, bukan dari kalangan remaja nan tinggal di sana. Pelaku penyerangan sadis nan diidentifikasi sebagai laki-laki penduduk negara Turki berumur 45 tahun kelahiran Jerman langsung diringkus abdi negara kepolisian sesaat setelah melancarkan aksinya.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa motif penembakan ini diduga kuat dipicu oleh bentrok internal family mengenai perebutan kewenangan asuh anak. Pelaku diketahui melepaskan tembakan secara membabi buta saat mendatangi instansi panti sosial tersebut untuk menghadiri agenda pertemuan dengan para staf.

"Dia mempunyai janji jumpa di akomodasi kesejahteraan pemuda dengan beragam personil staf mengenai kewenangan asuh putrinya nan berumur tiga bulan," jelas pihak kepolisian dalam rilis resminya pada Senin malam.

Saat penembakan pecah, bayi wanita pelaku berbareng ibu kandungnya nan berumur 34 tahun diketahui berada di letak kejadian. Pasca-insiden, sang anak langsung diamankan di bawah pengawasan ketat instansi kesejahteraan pemuda, sementara sang ibu tetap menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak berwenang. Selain menahan pelaku utama, polisi juga menangkap seorang wanita berumur 65 tahun nan diduga kuat bertindak sebagai pengemudi kendaraan pelarian dan mempunyai hubungan dekat dengan family tersebut.

Aparat keamanan memastikan area penembakan telah disterilkan dan tidak ada ancaman lanjutan bagi masyarakat umum, meskipun penduduk tetap diimbau untuk menjauhi letak demi kelancaran olah tempat kejadian perkara (TKP). Atas tragedi berdarah ini, Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Kanselir Friedrich Merz kompak menyampaikan rasa duka cita mendalam bagi family korban sekaligus mengapresiasi mobilitas sigap tim darurat di lapangan.

Rasa simpati juga datang dari personil majelis lokal, Carsten Brokelmann, nan merasa lega lantaran letak penembakan berada sangat dekat dengan akomodasi penitipan anak dan sekolah dasar nan dikelola kota.

"Kami lega bahwa staf kami dan anak-anak di pusat penitipan anak serta sekolah dasar semuanya kondusif dan sehat... Pada saat nan sama, simpati terdalam kami sampaikan kepada para korban dari tindakan mengerikan ini dan family mereka," tutur Brokelmann dalam pernyataan resminya.

Guna mencegah disinformasi nan meluas, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan rumor tidak sah nan beredar di jagat maya lantaran dapat menghalang jalannya investigasi. Kota Stade sendiri, nan terletak sekitar 45 kilometer di sebelah barat Hamburg, merupakan kota berhistoris nan dihuni sekitar 50.000 masyarakat dan dikenal sangat kondusif dari kejahatan bersenjata.

Insiden penembakan massal tergolong sangat langka terjadi di Jerman lantaran negara berpenduduk 83 juta jiwa ini menerapkan undang-undang kepemilikan senjata nan sangat ketat. Berdasarkan draf patokan norma federal, setiap penduduk negara wajib mempunyai lisensi khusus, lulus ujian kompetensi, mengikuti training ketat, serta membuktikan urgensi nan sah sebelum diizinkan mempunyai senjata api, di mana info pemerintah mencatat hanya ada sekitar 929.000 orang nan mempunyai senjata secara legal di negara tersebut.

(tps/tps)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya