Jakarta, CNBC Indonesia - Dewan Yudisial Agung Irak mengumumkan hasil penyelidikan mengejutkan mengenai kasus korupsi nan menjerat Wakil Menteri Minyak Irak, Adnan al-Jumaili.
Aparat keamanan dan lembaga peradilan sukses menyita duit tunai senilai 13 miliar dinar Irak alias sekitar US$ 10 juta (Rp 180 miliar), duit tunai tambahan sebesar US$ 400.000 (Rp 7,2 miliar), serta 40 batang emas nan disembunyikan di beragam letak di Provinsi Salah al-Din, Irak utara.
Mengutip laporan Iraqi News, Kamis (23/07/2026), tindakan penyitaan aset berbobot dahsyat ini merupakan bagian dari gelombang kampanye anti-korupsi besar-besaran nan diluncurkan oleh pemerintah Irak sejak bulan lalu.
Berdasarkan keterangan resmi lembaga peradilan nan dilaporkan instansi buletin negara (INA), masing-masing dari 40 batang emas nan disita mempunyai berat satu kilogram.
"Emas tersebut ditambah juga hasil penyitaan lima kilogram perhiasan emas. Ini meruppakan hasil dari penyelidikan bersambung terhadap tersangka," tulis keterangan pengadilan.
Kasus Adnan al-Jumaili ini menjadi salah satu skandal korupsi paling menonjol nan mencuat dalam beberapa bulan terakhir, di mana pemerintah Irak tengah gencar menargetkan para pejabat nan diduga terlibat pencurian dan pemborosan biaya publik.
Otoritas Irak sebelumnya telah mengumumkan penangkapan al-Jumaili atas dugaan korupsi finansial dan administratif sebelum pihak yudisial membuka penyelidikan luas, termasuk meneliti akun bank, aset, dan finansial pribadinya.
Dewan Yudisial Agung Irak belum membeberkan perincian rincian letak spesifik ditemukannya tumpukan duit dan emas tersebut, serta mengonfirmasi bahwa upaya pencarian dan pemulihan aset negara tetap terus berlangsung.
Kabinet pemerintah Irak menegaskan kembali bahwa pengembalian biaya publik menjadi salah satu prioritas utama dalam agenda kerjanya, sembari menggandeng Komisi Integritas Federal dan lembaga peradilan untuk terus mengejar para tersangka korupsi baik nan berada di dalam maupun di luar negeri.
(tps/sef)
Addsource on Google

3 jam yang lalu
4







English (US) ·
Indonesian (ID) ·