Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028

4 jam yang lalu 2

loading...

Ahmad Khoirul Umam. Foto/Istimewa

JAKARTA - Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) bakal berjalan pada 2028. Meski Pilpres AS 2028 digelar dua tahun lagi, Indonesia diminta tetap mencermati dinamika nan tengah berjalan di Negeri Paman Sam.

Menurut pengamat hubungan internasional nan juga Director of Paramadina Graduate School of Diplomacy (PGSD) Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam , survei terbaru Granite State Poll, University of New Hampshire Survey Center, menunjukkan bahwa kontestasi menuju Pilpres AS 2028 bukan lagi sekadar persaingan figur, melainkan pertarungan arah ideologi Partai Demokrat.

Umam mengatakan, kenaikan signifikan Alexandria Ocasio-Cortez (AOC) dari 14% menjadi 22% menandakan menguatnya pengaruh kubu progresif, sementara Pete Buttigieg tetap stabil di kisaran 19–21%, mencerminkan kuatnya pedoman moderat. Sebaliknya, merosotnya support terhadap Kamala Harris dan Gavin Newsom menunjukkan bahwa golongan establishment mulai kehilangan kekuasaan politik.

Baca Juga: Anis Matta soal Politik Luar Negeri Bebas Aktif: Jangan Datang kepada Orang Hanya Waktu Kita Punya Masalah

Kata Umam, terdapat tiga poros kekuatan nan sekarang bersaing menentukan masa depan Partai Demokrat. Ketiganya ialah Progressive Democrats (AOC–Bernie Sanders), Moderate Democrats (Pete Buttigieg–Josh Shapiro), dan Establishment Democrats (Kamala Harris–Gavin Newsom). "Pertarungan ini bakal menentukan wajah kebijakan Amerika Serikat setelah 2028," ujar Umam dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).

Selengkapnya