Pengamat: Sopir Mikrotrans Didominasi Eks Angkot, Pengawasan Ketat Jadi Kunci Keselamatan

1 jam yang lalu 3
 Sopir Mikrotrans Didominasi Eks Angkot, Pengawasan Ketat Jadi Kunci Keselamatan Mikrotrans dan Angkot di Jakarta.(Antara)

PENGAMAT Transportasi Darmaningtyas menilai kebanyakan pengemudi Mikrotrans berasal dari pengemudi angkot nan telah melalui proses seleksi dan training sebelum bertugas.

Meski begitu, karakter dasar mereka tetap dipengaruhi budaya mengemudi angkot, sehingga penerapan standar operasional menjadi kunci untuk membentuk perilaku berkendara nan lebih disiplin.

Menurut Darmaningtyas, setiap calon pengemudi Mikrotrans wajib mengikuti seleksi dan pembekalan selama satu hingga dua pekan sebelum diizinkan beraksi Dalam training tersebut, mereka dikenalkan dengan standar pelayanan minimal (SPM) serta prosedur operasional nan bertindak di Transjakarta.

“Mayoritas pengemudi Mikrotrans memang mantan pengemudi angkot. Mereka melewati seleksi dan diklat selama satu sampai dua minggu. Karakter dasarnya tetap karakter sopir angkot, tetapi kemudian dibentuk melalui SOP dan SPM Transjakarta. Kalau mengemudi ugal-ugalan, ada akibat berupa denda dan sanksi,” ujar Darmaningtyas saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (5/8).

Ia menjelaskan, disiplin berkendara para pengemudi sejatinya dibentuk melalui sistem pengawasan dan penegakan patokan nan diterapkan operator. Karena itu, kepatuhan terhadap SOP kudu terus diperkuat agar perilaku mengemudi nan membahayakan dapat diminimalkan.

Di sisi lain, Darmaningtyas mengungkapkan bahwa upaya merekrut pengemudi Mikrotrans nan betul-betul baru, tanpa latar belakang sebagai pengemudi angkot, tetap menghadapi hambatan besar. Minat masyarakat untuk menjadi pengemudi pikulan umum dinilai sangat rendah.

“Dari kebutuhan sekitar seribu pengemudi, rekrutmen sejak 2025 sampai sekarang jumlah nan lolos apalagi tidak mencapai 100 orang. Artinya memang tidak mudah mendapatkan pengemudi Mikrotrans baru,” katanya. (Far/P-3)

Selengkapnya