Perguruan Tinggi Didorong Bangun Ekosistem Kewirausahaan Berbasis Inovasi dan AI

3 jam yang lalu 4
Perguruan Tinggi Didorong Bangun Ekosistem Kewirausahaan Berbasis Inovasi dan AI Ilustrasi(Dok Istimewa)

Perguruan tinggi didorong tidak lagi hanya menghasilkan lulusan siap memasuki bumi kerja, tapi juga bisa melahirkan generasi pembuat lapangan kerja melalui pendidikan kewirausahaan nan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Transformasi tersebut jadi salah satu kunci meningkatkan daya saing Indonesia di tengah perubahan ekonomi global.

Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Perkumpulan Program Studi Kewirausahaan Indonesia (APSKI) nan digelar di Kuta, Bali, pada 22–24 Juli 2026. Kegiatan nan diikuti perwakilan 49 perguruan tinggi se-Indonesia itu menjadi forum penyusunan strategi untuk memperkuat ekosistem pendidikan kewirausahaan nasional.

Bertema Transformasi Pendidikan Kewirausahaan melalui Kecerdasan Artifisial: Memajukan Pedagogi, Inovasi, dan Kolaborasi Global, Rakernas membahas pemanfaatan kepintaran artifisial (AI) dalam kurikulum, pembelajaran, penelitian, hingga pengembangan upaya dengan mengedepankan etika, kreativitas, dan pendekatan berpusat pada manusia.

Ketua Umum APSKI Sonny Rustiadi mengatakan pendidikan kewirausahaan tidak cukup hanya mengajarkan mahasiswa mendirikan bisnis. Kampus kudu membekali mahasiswa dengan keahlian mengenali persoalan di masyarakat dan mengubahnya menjadi solusi nan mempunyai nilai ekonomi.
"Mahasiswa kudu dibimbing untuk menemukan persoalan nan spesifik di daerahnya, mengembangkan solusi nan relevan, mengujinya ke pasar, dan membawa penemuan dari kampus jadi upaya nan memberikan faedah nyata," ujar Sonny, Jumat (24/7/2026).

Ia menambahkan pembelajaran kewirausahaan perlu makin berbasis proyek, pengalaman lapangan, riset terapan, dan penyelesaian persoalan nyata. APSKI juga mendorong penguatan kerjasama antarkampus, pengembangan inkubator bisnis, serta ekspansi akses mahasiswa atas pendampingan, pembiayaan, teknologi, dan pasar.

Senada, Sekjen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof Badri Munir Sukoco menilai perguruan tinggi merupakan ekosistem paling strategis untuk melahirkan wirausaha dan perusahaan rintisan baru.
Menurutnya, kampus perlu membangun ekosistem nan didukung riset, laboratorium, inkubator bisnis, mentor, bumi usaha, lembaga pembiayaan, pemerintah, hingga jaringan alumni agar semakin banyak lahir pembuat lapangan kerja.

Sementara itu, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM M Riza Damanik mengatakan pendidikan kewirausahaan kudu terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, kebutuhan bumi usaha, potensi daerah, dan agenda pembangunan nasional.

"Kita tidak mengharapkan seluruh lulusan jadi pengusaha. Namun, setiap lulusan perlu mempunyai pola pikir kewirausahaan, ialah peka memandang persoalan, imajinatif menemukan solusi, berani mengambil keputusan secara terukur, bisa bekerja-sama dan handal menghadapi perubahan," katanya.

Riza menambahkan langkah tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional nan menjadi referensi membangun ekosistem kewirausahaan secara terintegrasi.

Selain Rakernas, APSKI juga menggelar International Conference on Entrepreneurship nan menghadirkan akademisi dari Indonesia, Inggris, Korea Selatan, Australia, dan Belanda untuk membahas pengembangan pendidikan kewirausahaan di era transformasi digital.
Organisasi itu juga meluncurkan dua jurnal ilmiah baru, ialah Journal APSKI Entrepreneurship dan Journal APSKI PKM, serta mengesahkan kepengurusan Indonesian Entrepreneurship Study Association (IESA).

Sebagai tindak lanjut Rakernas, APSKI menetapkan enam agenda strategis, antara lain memperkuat penerapan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026, memperluas kerjasama dengan Kementerian UMKM melalui program PRO-KESRA Produktif, memperkuat kurikulum kewirausahaan nan terhubung dengan ekosistem SAPA UMKM, hingga mendorong perguruan tinggi menjadikan kewirausahaan sebagai bagian dari visi, misi, dan parameter keahlian utama institusi.

Melalui Rakernas III, APSKI menegaskan komitmennya memperkuat mutu pendidikan kewirausahaan, memperluas jejaring internasional, serta mendorong lahirnya lebih banyak wirausahawan muda nan bisa bersaing di tingkat dunia dan berkontribusi bagi perekonomian nasional. Rakornas APSKI 2027 dijadwalkan berjalan di Jakarta dengan Universitas Terbuka sebagai tuan rumah sekaligus agenda pemilihan kepengurusan pusat periode 2027–2031.(H-2)

Selengkapnya