Perlambatan Ekonomi Tekan Pendapatan, Agus Taufiq Perindo Desak Perluasan Lapangan Kerja

12 jam yang lalu 5
ARTICLE AD BOX

loading...

Kepala Unit Rumah Kerja DPP Partai Perindo Agus Taufiq menyatakan perlambatan ekonomi tak hanya tercermin dari beragam parameter makro, tapi juga mulai dirasakan rumah tangga melalui melemahnya daya beli. Foto: Sindonews

JAKARTA - Perlambatan ekonomi tidak hanya tercermin dari beragam parameter makro, tetapi juga mulai dirasakan langsung oleh rumah tangga melalui melemahnya daya beli dan menurunnya pendapatan. Temuan sebuah survei pada Juni 2026 lampau memperlihatkan semakin banyak masyarakat nan menilai kondisi ekonomi nasional memburuk.

Kepala Unit Rumah Kerja DPP Partai Perindo Agus Taufiq menilai hasil survei tersebut menjadi sinyal bahwa perlambatan ekonomi telah berakibat terhadap bumi kerja dan keberlangsungan upaya masyarakat.

"Survei menunjukkan 47,3 persen responden menilai kondisi ekonomi Indonesia jelek dan 8,9 persen sangat buruk. Ketika lebih dari separuh masyarakat merasakan tekanan ekonomi, pemerintah kudu melihatnya sebagai peringatan bahwa perlambatan sudah dirasakan hingga tingkat rumah tangga," ujar Agus di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Baca juga: Dorong Perbaikan Ekonomi, Ketua DPP Partai Perindo Agus Taufiq: Kebijakan Perlu Lebih Berpihak ke Rakyat

Dia menilai persepsi tersebut sejalan dengan kondisi pendapatan masyarakat. Survei nan sama mencatat 39,7 persen responden mengaku pendapatannya tidak meningkat, sedangkan 30,5 persen mengalami penurunan lantaran upaya melambat dan hanya 5,9 persen nan memperoleh kenaikan penghasilan alias upah.

"Data itu menunjukkan persoalan utama bukan sekadar kenaikan harga, tetapi melemahnya keahlian masyarakat memperoleh penghasilan. Ketika bumi upaya menahan ekspansi, perekrutan tenaga kerja ikut melambat dan pendapatan pekerja maupun pelaku UMKM ikut tertekan," ungkapnya.

Agus mengingatkan tekanan tersebut berpotensi memperlemah konsumsi rumah tangga nan selama ini menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional. Kondisi itu juga membikin keahlian masyarakat menyimpan biaya persediaan semakin terbatas.

Selengkapnya