Permudah Layanan Publik, Kemendagri Bantu Konektivitas Berbasis Satelit di 50 Daerah

16 jam yang lalu 4

loading...

Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri menggandeng PT Telkomsat mendukung pelayanan manajemen kependudukan di 50 daerah. Foto/istimewa

JAKARTA - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri ) menggandeng PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) mendukung pelayanan manajemen kependudukan di 50 wilayah nan belum mempunyai sinyal alias tetap mengalami keterbatasan jaringan telekomunikasi. Salah satunya dengan memperkuat kesiapan penerapan konektivitas berbasis satelit Low Earth Orbit (LEO).

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui aktivitas sharing knowledge nan dilaksanakan pada 27 Juli 2026 di Jakarta. Kegiatan ini membahas jasa Telkomsat sekaligus sosialisasi rencana penerapan jasa MangoStar dalam mendukung kebutuhan konektivitas Kemendagri.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 50 Kepala Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil dari kabupaten penerima support konektivitas berbasis satelit. Para peserta memperoleh pemahaman mengenai jasa MangoStar, proses instalasi dan konfigurasi perangkat, penggunaan layanan, serta prosedur penanganan awal andaikan terjadi gangguan jaringan satelit.

Baca juga: 5.000 Jembatan Gantung Dibangun, Prabowo Ingin Percepat Konektivitas Pelosok

Sekretaris Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Hani Syopiar Rustam, menyampaikan kesiapan pemerintah wilayah menjadi salah satu aspek krusial dalam mendukung keberhasilan penerapan perangkat dan jaringan di wilayah penerima bantuan. Ketersediaan jaringan komunikasi nan memadai merupakan bagian krusial dalam mendukung pelayanan manajemen kependudukan.

“Kami berambisi kepala dinas dari wilayah penerima support dapat memahami penerapan dan pengoperasian jasa secara menyeluruh, sehingga pemanfaatannya dapat mendukung keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya, Senin (29/7/2026).

Baca juga: Kemendagri Minta Pemda Inovasi untuk Kualitas Pelayanan Publik Lebih Baik

Sebanyak 50 wilayah nan menjadi sasaran program tersebar di beragam wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Kalimantan, hingga Papua. Daerah-daerah tersebut termasuk dalam kategori wilayah nan tidak mempunyai sinyal alias tetap mengalami kualitas sinyal nan lemah.

Selengkapnya