Persiapan Asian Games 2026: Tim Rowing Indonesia Minim Uji Coba Internasional

1 jam yang lalu 3
 Tim Rowing Indonesia Minim Uji Coba Internasional Atlet dayung Indonesia (dari kiri) Ramla Baharuddin, Indra Hidayat, Subhi, Stevani Maysche Ibo bereaksi usai finis pertama pada final kayak 500m campuran berempat SEA Games 2025 di Royal Thai Navy Rowing and Canoeing Training Center, Ban Chang, Rayong, Cho(ANTARA/Nova Wahyudi)

TIMNAS dayung nomor rowing Indonesia dipastikan tidak bakal mendapatkan tambahan uji coba internasional dalam sisa waktu menjelang Asian Games 2026 nan bakal berjalan di Nagoya, Aichi, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang.

Pelatih tim rowing Indonesia, Muhammad Hadris, mengungkapkan bahwa kondisi persiapan kali ini sangat kontras jika dibandingkan dengan edisi-edisi Asian Games sebelumnya.

Sepanjang periode persiapan menuju Nagoya, tim Merah Putih tercatat hanya menjalani satu kali uji coba internasional, ialah pada Piala Asia Rowing 2026 di Chungju, Korea Selatan, 24–26 April lalu.

Namun, Hadris menilai arena tersebut belum bisa menjadi tolok ukur nan akurat.

"Kejuaraan tersebut belum sepenuhnya dapat menjadi parameter lantaran tidak semua negara pesaing menurunkan atlet terbaik mereka," ujar Hadris saat dihubungi di Jakarta, Kamis (6/8).

Perbandingan Persiapan dan Prestasi

Ketiadaan try out mancanegara ini menjadi sorotan mengingat keberhasilan Indonesia pada dua jenis Asian Games sebelumnya didukung oleh pemusatan latihan (TC) luar negeri nan intensif. Sebagai perbandingan, pada Asian Games 2018, tim Indonesia sempat belajar selama tiga bulan di Belanda. Hasilnya, mereka sukses membawa pulang lima medali.

Begitu pula saat persiapan Asian Games Hangzhou 2022 (yang digelar 2023), tim tetap menjalani TC luar negeri selama lebih dari satu bulan dan sukses meraih tiga lencana perunggu.

Edisi Asian Games Pola Persiapan Luar Negeri Raihan Medali
Jakarta-Palembang 2018 TC 3 Bulan di Belanda 1 Emas, 2 Perak, 2 Perunggu
Hangzhou 2022 (2023) TC Luar Negeri > 1 Bulan 3 Perunggu
Nagoya 2026 Hanya 1 Uji Coba (Piala Asia) Akan Datang

Sebelumnya, tim pembimbing sempat mengusulkan keikutsertaan dalam Kejuaraan Dunia Rowing 2026 di Bosbaan, Amsterdam, pada akhir Agustus ini. Namun, rencana tersebut tidak terealisasi, sehingga tim kudu memaksimalkan sumber daya nan ada di dalam negeri.

Simulasi Internal di Pangalengan

Guna menyiasati keterbatasan kompetisi, tim pembimbing sekarang mengandalkan simulasi perlombaan internal di letak Pelatnas Pangalengan, Jawa Barat. Sebanyak 17 atlet nan disiapkan terus dipantau perkembangannya melalui standar waktu lencana nan ditetapkan secara internal.

Hadris menjelaskan bahwa saat ini performa atlet berada di level 92 hingga 95 persen dari standar waktu medali. "Peluang lencana bakal lebih terbuka andaikan performa atlet dapat mencapai sedikitnya 97 persen menjelang keberangkatan," tambahnya.

Tim pembimbing berencana menggelar dua simulasi tambahan untuk menentukan komposisi akhir atlet sekaligus mempertajam catatan waktu di setiap nomor. Meski dengan persiapan nan terbatas, tim rowing Indonesia tetap mematok sasaran untuk membawa pulang lencana dari Jepang, tanpa merinci jumlah dan jenisnya. (Ant/Z-1)

Selengkapnya