Pertamina Percepat Ekosistem SAF, Dorong Penerbangan Rendah Emisi

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga mendorong penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF) alias bahan bakar penerbangan ramah lingkungan.

SAF menjadi salah satu topik utama dalam 3rd Annual Indonesia Aero Summit (IAS) 2026 di Jakarta. Sebagai pionir pengembangan SAF di Indonesia, Pertamina Patra Niaga turut membagikan upaya nan telah dijalankan untuk membangun ekosistem SAF nasional.

Forum tahunan nan diselenggarakan oleh Indonesia National Air Carriers Association (INACA) ini mempertemukan regulator, maskapai penerbangan, pelaku industri, penyedia teknologi, hingga perusahaan daya untuk membahas masa depan industri penerbangan Indonesia.

Direktur Perencanaan dan Pertumbuhan Bisnis Pertamina Patra Niaga, Joko Pranoto membagikan beragam inisiatif perusahaan dalam mengembangkan SAF di Indonesia, mulai dari pengembangan akomodasi produksi, uji coba berbareng maskapai, hingga penyiapan pasar guna mempercepat pemanfaatan bahan bakar penerbangan berkepanjangan tersebut.

"Pertamina Patra Niaga menjadi pionir di Indonesia dengan memulai pengembangan SAF sejak lima tahun lalu. Meskipun tantangan komersialnya tetap besar, kami memilih memulai lebih awal, tidak menunggu pasar maupun izin sepenuhnya siap untuk mulai bergerak. Kami telah melakukan uji coba berbareng Garuda Indonesia dan Pelita Air, apalagi tahun ini sudah melakukan perjanjian penjualan SAF dengan salah satu maskapai internasional untuk mendukung penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta dan Bali," ujar Joko dalam siaran persnya, Rabu (22/7/2026).

Joko menambahkan, pengembangan SAF memerlukan ekosistem nan terintegrasi, mulai dari kesiapan bahan baku (feedstock), akomodasi produksi, pembiayaan, maskapai sebagai pengguna (offtaker), hingga support regulasi. Ia mengatakan, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan langkah-langkah dalam menyambut penerapan mandat penggunaan SAF nan ditargetkan mulai bertindak pada tahun 2027.

"Pertamina Patra Niaga terus menyiapkan seluruh ekosistemnya. Dari sisi produksi, akomodasi di Cilacap sudah siap dan tahun ini kami juga melakukan uji coba co-processing di Dumai dan Balongan. Di saat nan sama, kami membangun pasokan feedstock melalui kemitraan maupun mengembangkan sistem pengumpulan secara internal agar ketersediaannya lebih terjaga. Harapannya, ketika mandat penggunaan SAF sebesar 1% (satu persen) mulai diterapkan tahun depan, Pertamina sudah siap memenuhi kebutuhan pasar," tambah Joko.

Dalam rangkaian Indonesia Aero Summit 2026, PT Pertamina (Persero) berbareng PT Pertamina Patra Niaga juga menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Boeing Indonesia sebagai corak kerjasama untuk mendorong pengembangan ekosistem SAF di Indonesia. Kerja sama ini mencakup pengembangan edukasi SAF, pemetaan potensi bahan baku, penguatan kapasitas, kajian pasar, hingga pembelaan kebijakan untuk mendukung penerapan SAF.

"Penandatanganan MoU ini kami harapkan menjadi percepatan penerapan SAF di Indonesia. Dunia sudah mulai memandang kapabilitas Pertamina dalam memproduksi SAF dan produk kami juga sudah banyak dipakai di pesawat-pesawat Boeing dan sebagainya. Kolaborasi ini diharapkan semakin mengakselerasi ekosistem SAF di Indonesia," tutup Joko.

Didukung kesiapan produksi melalui Green Refinery Cilacap, pengembangan sumber bahan baku, serta kerjasama lintas sektor, Pertamina Patra Niaga optimistis penerapan SAF di Indonesia bakal semakin berkembang. Langkah ini mendorong terbentuknya ekosistem SAF nasional sekaligus mempercepat transisi menuju industri penerbangan nan lebih rendah emisi.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya