Pesilat Sumsel Harap Piala Presiden Lanjut: Bisa Masuk SMA Favorit

15 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNN Indonesia --

Kontingen pencak silat asal Sumatra Selatan (Sumsel) berambisi Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Presiden dapat kembali bersambung pada tahun depan.

Harapan tersebut muncul setelah rombongan asal Bumi Sriwijaya ini sukses memetik pengalaman berbobot sepanjang turnamen berlangsung.

Rombongan Perisai Diri Palembang nan membawa total 24 orang, termasuk atlet, orang tua, dan pendamping, apalagi rela menempuh perjalanan darat nan panjang demi bisa berkompetisi di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ajang bergengsi nan diinisiasi oleh CNN Indonesia berbareng PB IPSI ini digelar pada 25-28 Juni 2026 di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur. Hari terakhir kejuaraan difokuskan untuk merampungkan seluruh pertandingan di kelas pemasalan.

"Kami dari Palembang pergi hari Selasa naik bus dan mobil secara mandiri. Berharap tahun depan dan seterusnya turnamen ini ada lagi, pasti ikut lagi," ujar Khayla Duwita Putri, atlet remaja asal Palembang saat ditemui CNNIndonesia.com.

Kejuaraan Piala Presiden 2026 sendiri merupakan jenis perdana nan digelar. Sebelumnya, kerjasama serupa telah sukses memperebutkan Piala Menpora pada tahun lalu, nan juga sempat diikuti oleh sebagian personil rombongan Sumsel ini.

Bagi para pesilat muda luar daerah, turnamen nasional menjadi momentum besar untuk mengumpulkan portofolio prestasi. Sertifikat resmi berskala nasional dari Piala Presiden sangat berbobot untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lanjutan.

"Sertifikatnya sangat berfaedah untuk modal masuk SMA favorit di Palembang melalui jalur prestasi, seperti SMAN 1, SMAN 3, alias Jubel (SMA 17)," ucap Khayla.

Turnamen tahun ini terbukti menyedot antusiasme tinggi dengan diikuti oleh sekitar 2.000 pesilat dari beragam wilayah. Kompetisi ini mempertandingkan kategori tanding dan seni untuk golongan usia SD, SMP, hingga SMA/SMK.

Atlet putri Sumsel lainnya ialah Aulia Senja menceritakan ketatnya persaingan di kategori seni tangan kosong nan dia ikuti. Rutinitas latihan keras nan mereka jalani sebelum berangkat ke Jakarta dinilai terbayar tuntas dengan atmosfer turnamen kompetitif.

"Latihannya tiap hari sampai hari Minggu. Kalau ada event lagi tahun depan, tentu kami mau ikut lagi ke Jakarta," pungkas Aulia.

[Gambas:Video CNN]

(afr/dal)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya