ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNN Indonesia --
Cuaca ekstrem melanda Stadion Azteca, Mexico City, dan memaksa otoritas setempat mengeluarkan perintah berlindung hanya beberapa jam sebelum kick-off laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Inggris, Minggu (5/7) waktu setempat alias Senin (7/7) pukul 7.00 WIB.
Peringatan ancaman tersebut diterbitkan sekitar tiga jam sebelum pertandingan dimulai. Para penonton nan sudah datang terpaksa dievakuasi untuk berlindung di bawah genting tribun Stadion Azteca.
Sementara itu, para petugas keamanan dan personel lainnya tampak berdempetan di bawah tenda serta tempat berlindung apa pun nan bisa mereka temukan di stadion.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suara guntur terdengar bergemuruh tepat di atas stadion, disertai kilatan petir nan menyambar di tengah guyuran hujan lebat dan hujan es. Pihak panitia meminta awak media dan penonton untuk tetap berada di area kondusif nan tertutup sampai angin besar mereda.
Seperti dilansir ESPN, melalui pengeras bunyi stadion, pihak pengelola Stadion Azteca juga mengumumkan bahwa, "jadwal kehadiran tim ke stadion saat ini sedang ditangguhkan."
Situasi mencekam ini terjadi setelah sebelumnya sempat ada obrolan alot pada Jumat (3/7) lampau mengenai opsi memajukan agenda pertandingan ke siang hari demi menghindari badai.
Laga sempat direncanakan bakal dimulai pukul 12.00 waktu setempat, enam jam lebih awal dari agenda semula. Namun, setelah negosiasi lanjutan, FIFA memutuskan agenda kick-off tetap melangkah sesuai rencana awal.
Pelatih Meksiko Javier Aguirre dan ahli strategi Inggris Thomas Tuchel kompak menegaskan bahwa anak asuh mereka tidak terdistraksi oleh drama perubahan agenda tersebut.
Meski demikian, Aguirre sempat meluapkan kekesalannya di radio lokal Meksiko saat opsi memajukan agenda mencuat. Ia menyebut rencana bermain pukul 12.00 siang ibaratkan "pukulan telak di perut" dan dia sama sekali tidak menyukainya.
Berdasarkan prakiraan cuaca, angin besar petir ini diprediksi bakal terus berjalan hingga waktu kick-off. Sesuai dengan protokol keselamatan FIFA, sebuah pertandingan wajib dihentikan jika terjadi sambaran petir dalam radius sekitar 12,8 kilometer.
Pertandingan baru boleh dilanjutkan kembali andaikan situasi sudah dinyatakan kondusif tanpa ada sambaran petir selama 30 menit beruntun. Setiap kali ada petir baru nan menyambar, maka penghitung waktu mundur 30 menit bakal otomatis diulang kembali dari nol.
Bagi Inggris, angin besar es dan petir ini menambah panjang daftar rintangan alam nan kudu mereka hadapi di Stadion Azteca setelah sebelumnya mereka dipusingkan oleh aspek ketinggian geografis nan mencapai lebih dari 2.200 meter di atas permukaan laut.
"Ketinggian tentu saja bakal menjadi kerugian besar bagi kami, lantaran secara bentuk kami tidak bisa beradaptasi hanya dalam waktu empat hari. Itu perihal nan mustahil dan rintangan lain mungkin bakal datang lagi," ujar Tuchel realistis.
"Namun, kami siap untuk itu, kami mungkin memerlukan tantangan ini. Kami sekarang mempunyai modal mental nan kuat untuk percaya bahwa kami sudah siap, dan ketika situasi menjadi sulit, kami bakal bisa menemukan jawabannya," pungkas pembimbing asal Jerman tersebut.
(wiw/nva)
Add
as a preferred source on Google

22 jam yang lalu
6









English (US) ·
Indonesian (ID) ·