Prabowo Bakal Resmikan Groundbreaking Proyek Gas Raksasa Blok Masela

12 jam yang lalu 16
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengungkapkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan bakal meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek gas raksasa Blok Masela pada pertengahan Juli 2026.

Djoko mengatakan, saat ini persiapan penyelenggaraan aktivitas terus dimatangkan melalui koordinasi dengan beragam pihak, termasuk Panitia Groundbreaking nan dipimpin Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Pattimura.

"Saat ini kami sedang koordinasi dengan Ketua Panitia aktivitas Groundbreaking (GB) Proyek Masela Bapak Pangdam Patimura di Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini logistik dari Bandara Soekarno-Hatta dalam proses pengiriman ke letak Saumlaki Maluku," ujar Djoko dalam keterangan tertulis, Senin (6/7/2026).

Menurut dia, total logistik nan dikirim mencapai sekitar 93 ton, terdiri dari tenda, karpet, genset, AC dan beragam perlengkapan pendukung lainnya. Sebagian logistik dikirim melalui jalur laut.

Adapun, persiapan di letak juga terus dilakukan dengan menyesuaikan kreasi aktivitas nan bakal dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Persiapan di lapangan kami lakukan dengan design kehadiran Bapak Presiden. Mohon angan dan support Bapak Ibu Insya Allah Groundbreaking bakal dilaksanakan pertengahan bulan ini Juli 2026," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Lapangan Abadi di Blok Masela adalah lapangan gas laut dalam dengan persediaan gas terbesar di Indonesia nan terletak sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena di Laut Arafura dengan kedalaman laut 400-800 meter. Adapun potensi gas dari Lapangan Abadi ini diperkirakan 6,97 triliun kaki kubik (TCF) gas.

Kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) Masela nan ditandatangani pada 1998 lampau dan telah diperpanjang hingga 2055 ini berpotensi menghasilkan 9,5 MMTPA (juta metrik ton per tahun) LNG dan 150 MMSCFD (juta kaki kubik standar per hari) gas pipa. Selain itu, Lapangan Abadi diperkirakan dapat menghasilkan produksi kondensat sebesar 35.000 barel per hari.

Konsep pengembangan lapangan greenfield (lapangan migas baru) nan mempunyai kompleksitas tinggi dan akibat besar mencakup pengeboran deepwater, akomodasi subsea, FPSO (Floating Production Storage and Offloading), dan onshore LNG plant bakal menjadi tantangan sekaligus kesempatan besar bagi PHE serta mitra-mitranya untuk merealisasikannya. Selain itu pengembangan lapangan ini juga berpotensi menyerap hingga 10.000 tenaga kerja.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya