Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin.(MI/Denny Susanto)
PEMADAMAN listrik akibat krisis listrik di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah terus berlanjut. Kerusakan mesin pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-asam berbahan bakar batubara di Kabupaten Tanah Laut memperparah kondisi krisis listrik di wilayah tersebut.
Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, mengatakan pihaknya telah mendapat laporan dari pihak PLN tentang kondisi krisis listrik nan telah berjalan sejak beberapa waktu terakhir ini.
"Berdasarkan info nan kita terima dari General Manager PLN, saat ini terjadi kerusakan pada boiler salah satu unit PLTU Asam-asam. Di sisi lain kerusakan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Muara Teweh, Kalimantan Tengah juga belum selesai diperbaiki," tutur Muhidin, Senin (27/7).
Kondisi ini semakin memperparah krisis listrik pada sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. "Kita meminta masyarakat bersabar menghadapi pemadaman listrik. Pihak PLN menargetkan awal Agustus perbaikan pembangkit selesai dan krisis listrik dapat teratasi," ujarnya.
Guna meminimalisir pemadaman aliran listrik, PLN menghimbau masyarakat dan industri untuk mengurangi pemakaian listrik hingga 40%. Efisiensi konsumsi listrik ini diharapkan dapat mengurangi luas areal dan lama pemadaman listrik. Sejak lima hari terakhir PLN wilayah Kalsel-Kalteng kembali melakukan pemadaman bergilir aliran listrik ke masyarakat dengan lama 5-6 jam.
Pemadaman listrik ini menimbulkan gelombang protes masyarakat, lantaran dinilai mengganggu aktivitas dan sangat merugikan sektor UMKM daerah. Salah satunya protes dari golongan peternak unggas nan menyebut banyak ternak ayam dan itik meninggal lantaran terdampak krisis listrik.
Informasi dihimpun Media, kondisi tandus juga berkapak pada menurunnya debit air waduk Riam Kanan sumber air baku PLTA Ir PM Noor Kabupaten Banjar. Saat ini pembangkit berkapasitas 30 megawatt tersebut hanya beraksi satu unit 10 mw lantaran keterbatasan air baku waduk. (E-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·