PM Malaysia Anwar Ibrahim Luncurkan PMX AI, Avatar Berbasis WhatsApp

2 hari yang lalu 7
PM Malaysia Anwar Ibrahim Luncurkan PMX AI, Avatar Berbasis WhatsApp Anwar Ibrahim perkenalkan avatar dirinya jenis AI.(Dok. Antara)

PERDANA Menteri Malaysia Anwar Ibrahim secara resmi memperkenalkan avatar dirinya nan berbasis kepintaran buatan (artificial intelligence/AI) kepada publik. Inovasi ini bermaksud untuk mempererat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat melalui platform digital.

Melalui avatar AI tersebut, Anwar Ibrahim membuka jasa interaktif via WhatsApp. Publik dapat mengusulkan beragam pertanyaan maupun menyampaikan aspirasi kepada jenis digital sang Perdana Menteri melalui nomor +60378850523. Sistem bakal memberikan jawaban secara otomatis dan instan sesuai dengan pertanyaan nan diajukan.

"Saya sangat berambisi Anda dapat menyampaikan pandangan, kekhawatiran, dan aspirasi secara langsung melalui avatar ini. Saya meyakini bahwa negara hanya bakal menjadi lebih baik andaikan pembangunan dan kebijakannya berpijak pada bunyi serta kehendak Rakyat," ujar Anwar dalam pernyataan resminya di Kuala Lumpur, Minggu (19/7).

Mengenal PMX AI

Layanan ini diberi nama PMX AI. Nama tersebut merujuk pada julukan "PMX" nan melekat pada Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri ke-10 Malaysia, dipadukan dengan akronim AI.

Teknologi di kembali PMX AI dikembangkan oleh perusahaan Zetrix AI. Avatar ini tidak sekadar memberikan jawaban acak, melainkan telah "dilatih" menggunakan pedoman info nan komprehensif, meliputi:

  • Kumpulan pidato-pidato resmi Anwar Ibrahim.
  • Tulisan-tulisan dan pemikiran sang Perdana Menteri.
  • Dokumen kebijakan pemerintah Malaysia.
  • Pembaruan info berkala berasas pernyataan terkini pemerintah.

Selain sebagai kanal aspirasi, PMX AI didesain untuk membantu penduduk Malaysia mengakses info pemerintahan dengan lebih mudah. Layanan ini juga menyediakan pedoman mengenai sektor edukasi, pengembangan karier, hingga info lowongan pekerjaan.

Berdasarkan penelusuran pada Minggu malam, jasa berbasis WA ini sempat mengalami hambatan teknis dan tidak dapat diakses untuk sementara waktu, kemungkinan akibat tingginya trafik pengguna saat peluncuran perdana.

Langkah ini menandai upaya Malaysia dalam mengangkat teknologi mutakhir untuk transparansi publik dan efisiensi birokrasi di bawah kepemimpinan Anwar Ibrahim. (Ant/H-3)

Selengkapnya