Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar usai membuka Diktuba Polri di SPN Polda Jambi, Senin (20/7).(Dok Istimewa)
Kepala Kepolisian Daerah Jambi Inspektur Jenderal Krisno H Siregar menegaskan bahwa generasi muda dari family Suku Anak Dalam (SAD) di Provinsi Jambi diberikan kesempatan luas untuk berasosiasi menjadi personil Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah unik (affirmative action) nan dicanangkan oleh Kapolri untuk memberikan ruang bagi putra-putri wilayah dari organisasi budaya terpencil guna mengabdikan diri kepada negara.
“Kita memberikan kesempatan kepada anak-anak muda penduduk Suku Anak Dalam untuk berasosiasi dan mengabdikan diri sebagai personil Polri. Ini adalah kebijakan unik dari Pak Kapolri,” ungkap Krisno H Siregar kepada Media Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa pemuda SAD, baik laki-laki maupun wanita nan mempunyai minat, keahlian bentuk mumpuni, serta latar belakang pendidikan nan memadai, dapat mendaftar melalui jalur rekrutmen proaktif (rekpro). Jalur ini rutin ditawarkan Polri setiap tahun melalui Polda Jambi.
Muhammad Rimba Alaska: Calon Bintara dari Kelompok Temenggung Malenggang
Untuk tahun anggaran 2026, seorang pemuda SAD asal Kabupaten Tebo berjulukan Muhammad Rimba Alaska sukses lolos seleksi menjadi calon bintara polisi. Pemuda nan berasal dari golongan Temenggung Malenggang tersebut sekarang tengah mengikuti Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktuba) Polri di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jambi, nan berlokasi di wilayah Bertam, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi.
Pendidikan tersebut resmi dibuka oleh Kapolda Krisno H Siregar pada Senin (20/7/2026). Kapolda telah menyiapkan peran strategis bagi Rimba Alaska setelah dia menyelesaikan masa pendidikannya nanti.
“Jika Muhammad Rimba Alaska sukses dan dinyatakan lulus pendidikan di SPN Polda Jambi, dia bakal diberdayakan sebagai Polisi Rimba,” jelas Krisno.
Peran Strategis Polisi Rimba
Selain menjalankan tugas pokok kepolisian, Rimba Alaska diproyeksikan menjadi pemasok Polri di wilayah asalnya. Dengan postur bentuk nan mumpuni—bahkan disebut mengimbangi tinggi badan Kapolres Tebo AKBP Triyanto—ia bakal dikembalikan ke Kabupaten Tebo untuk melakukan mitigasi dan penanganan beragam potensi persoalan nan melibatkan organisasi SAD.
Diktuba tahun 2026 ini mengusung tema "Membangun Keutamaan Pendidikan Polri nan Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi nan Produktif serta Inklusif". Melalui program ini, Rimba Alaska dan peserta didik lainnya ditempa untuk menjadi brigadir polisi nan handal secara fisik, bermoral, dan profesional.
"Kami berambisi seluruh peserta didik tahun ini mengikuti setiap tahapan pendidikan dengan sungguh-sungguh, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya. Pendidikan ini bukan hanya membentuk keahlian teknis kepolisian, tetapi juga membangun karakter, integritas, moralitas, dan jiwa pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara," pungkas Krisno.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·