Polda Metro Jaya mendalami info viral mengenai rencana pengedaran obat keras Tramadol.(Dok. Antara)
DIREKTORAT Reserse Narkoba Polda Metro Jaya tengah menyelidiki info nan beredar di media sosial mengenai rencana pengedaran obat keras jenis Tramadol kepada golongan nan bakal menggelar tindakan unjuk rasa di area Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (20/7).
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Ahmad David, menegaskan bahwa pihak kepolisian segera bergerak untuk mendalami kebenaran berita tersebut. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif guna mencegah peredaran obat terlarang di tengah massa aksi.
"Kita segera dalami," ujar Ahmad David saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin malam.
Sebagai tindak lanjut, Ahmad menyatakan bahwa personel kepolisian bakal dikerahkan untuk melakukan penyisiran di sejumlah titik strategis. Fokus penyisiran mencakup jalur-jalur nan diduga kuat menjadi rute pendistribusian obat keras tersebut menuju letak aksi.
Informasi ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun IG @badanperwakilannetizen2. Akun tersebut menyatakan adanya dugaan rencana pasokan Tramadol secara terorganisasi nan menyasar wilayah Tanah Abang dalam waktu dekat.
Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut adanya oknum nan berencana mendistribusikan Tramadol kepada golongan tertentu. Tujuannya diduga untuk memicu kerusuhan dalam tindakan demonstrasi nan semestinya berjalan damai. Unggahan itu juga menyertakan rincian rute nan bakal dilalui untuk menyuplai obat tersebut.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh info nan belum terverifikasi sepenuhnya, sembari memastikan pengamanan di area Jakarta Pusat tetap diperketat guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). (Ant/Z-10)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·