Gerai Starbucks di Korea Selatan.(Yonhap)
KEPOLISIAN Korea Selatan menggeledah instansi pusat Starbucks Korea pada Rabu (5/8) mengenai dugaan pencemaran nama baik nan berasal dari kampanye promosi berjudul "Tank Day". Kampanye tersebut menuai kritik lantaran dianggap membangkitkan kenangan kelam peristiwa penumpasan Gerakan Demokrasi 18 Mei 1980 di Kota Gwangju.
Penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan atas laporan nan diajukan sebuah golongan masyarakat terhadap Chairman Shinsegae Group, Chung Yong-jin. Ia dituduh melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap para korban serta family korban tragedi Gwangju.
Kontroversi bermulai ketika Starbucks Korea menggelar promosi "Tank Day" bertepatan dengan peringatan Gerakan Demokrasi 18 Mei. Sejumlah pihak menilai penggunaan istilah tersebut menyinggung penggunaan tank dan kekuatan militer saat pemerintah menumpas demonstrasi prodemokrasi pada 1980.
Kasus ini kemudian memicu kecaman publik dan mendorong proses norma terhadap perusahaan.
Kelompok masyarakat sebelumnya mengusulkan pengaduan terhadap Chairman Shinsegae Group, Chung Yong-jin, atas dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap para korban Gerakan 18 Mei serta personil family mereka.
Starbucks Korea merupakan anak upaya nan kebanyakan sahamnya dimiliki E-Mart, hubungan utama Shinsegae Group.
Hingga kini, kepolisian tetap mengumpulkan peralatan bukti dan arsip mengenai kampanye tersebut untuk menentukan ada tidaknya unsur pelanggaran hukum. (Yonhap/B-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·