Seorang personel polisi sedang mengatur lampau lintas di sekitar salah satu SPBU di Kota Medan nan mengalami antrean panjang kendaraan, Kamis (16/7/2026).(MI/Yoseph Pencawan)
POLDA Sumatra Utara mengerahkan nyaris 1.000 personel untuk melakukan pengamanan dan pengaturan arus lampau lintas di beragam SPBU. Langkah ini diambil menyusul hambatan pengedaran BBM nan memicu antrean panjang kendaraan dan kemacetan.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan menyatakan, jejeran polda, polres, hingga polsek difokuskan untuk menjaga situasi tetap kondusif di lapangan.
"Selain membantu proses pengedaran BBM, personel kami juga konsentrasi melakukan pengaturan antrean kendaraan di SPBU agar masyarakat tetap dapat memperoleh BBM dengan tertib dan arus lampau lintas tetap lancar," ungkapnya, Jumat (17/7).
Kabiro Operasi Polda Sumut Kombes Dwi Tunggal Jaladri merinci, sebanyak 786 personel dikerahkan secara bergantian selama 24 jam. Mereka ditugaskan melakukan pengamanan di 325 SPBU nan tersebar di seluruh wilayah Sumut.
Kendala pengedaran BBM ini, lanjut Dwi, dipicu oleh berkurangnya jumlah awak mobil tangki (AMT). Untuk mengatasi perihal itu Polda Sumut juga menugaskan 10 personel nan mempunyai kualifikasi dan training unik sebagai pengemudi truk tangki sebagai tenaga cadangan.
Ini menjadi langkah sementara agar pengedaran BBM tetap melangkah dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Sejak Selasa (14/7) malam, delapan personel telah diterjunkan untuk membantu operasional armada tangki Pertamina.
Di Kota Medan, pengawasan dilakukan secara langsung oleh jejeran Polrestabes Medan berbareng Pertamina Patra Niaga. Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak memastikan, pihaknya melakukan pengawalan ketat terhadap mobil tangki dari Depo Pertamina menuju SPBU.
"Setiap mobil tangki dikawal oleh satu mobil patroli alias dua sepeda motor patroli di depannya," ungkapnya.
Pihak kepolisian juga menyatakan, berasas koordinasi dengan pihak terkait, stok BBM di Sumut sebenarnya tetap mencukupi. Kendala nan terjadi lantaran masalah teknis pengedaran nan sekarang tetap dinormalisasi.
Kombes Ferry mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak melakukan tindakan borong alias pembelian BBM secara berlebihan. Dia membujuk masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan.
"Polda Sumut berbareng seluruh pemangku kepentingan bakal terus mengawal setiap tahapan penyaluran agar pasokan tetap terjaga," pungkasnya. (YP/E-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·