Trofi Piala Dunia(AFP/Fabrice COFFRINI )
PUSAT Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan adanya lonjakan aktivitas pertaruhan daring nan memanfaatkan momentum Piala Dunia 2026. Berdasarkan hasil kajian terbaru, jaringan judi online secara masif mendorong aktivitas taruhan sepak bola sepanjang periode turnamen tersebut.
Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menyebut bahwa pada periode pertengahan Juni hingga Juli 2026, teridentifikasi deposit pertaruhan online mengenai Piala Dunia senilai Rp1,02 triliun. Nilai tersebut berasal dari 6.001.352 transaksi nan sukses dilacak oleh sistem pemantauan keuangan.
“Piala Dunia semestinya menjadi momentum untuk menikmati prestasi dan sportivitas, bukan menjadi pintu masuk perjudian. Temuan lebih dari 6 juta transaksi dalam satu bulan menunjukkan sungguh sigap jaringan gambling online memanfaatkan perhatian publik,” ujar Ivan dalam keterangannya, Rabu (5/8).
Sebagai langkah tegas, PPATK telah melakukan penghentian sementara transaksi pada 2.815 rekening nan terindikasi kuat mengenai dengan aktivitas tersebut. Total saldo nan sukses dibekukan mencapai Rp325,43 miliar.
MI/HO
Tren Transaksi Semester I 2026
Temuan selama Piala Dunia ini merupakan bagian dari laporan kajian transaksi pertaruhan online sepanjang Semester I 2026 (Januari–Juni). Meski nilai perputaran biaya secara keseluruhan mengalami penurunan dibandingkan periode nan sama tahun lalu, gelombang transaksi justru melonjak tajam.
| Perputaran Dana | Rp99,68 Triliun | Rp86,82 Triliun | -12,9% |
| Jumlah Transaksi | 174,90 Juta | 467,32 Juta | +167,2% |
| Nominal Deposit | Rp17,50 Triliun | Rp22,05 Triliun | +26% |
| Frekuensi Deposit | 94,50 Juta | 226,76 Juta | +140% |
Ivan menjelaskan bahwa peningkatan gelombang transaksi ini mencerminkan dua hal: penguatan sistem penemuan finansial nan semakin optimal dan penyesuaian jaringan gambling online nan sekarang memecah transaksi ke dalam nominal nan lebih mini (micro-transaction) untuk menghindari radar pemantauan.
Penyalahgunaan QRIS
Data PPATK juga menyoroti kekuasaan penggunaan QRIS sebagai kanal deposit utama. Sepanjang Semester I 2026, deposit melalui QRIS mencapai Rp12,36 triliun alias mencakup 56,04 persen dari total nominal deposit. Dari sisi frekuensi, penggunaan QRIS apalagi mendominasi hingga 87,66 persen dari seluruh transaksi deposit.
Catatan Penting: Dominasi ini bukan berfaedah instrumen QRIS bermasalah. Persoalan utama terletak pada penyalahgunaan identitas merchant oleh jaringan ilegal. Masyarakat diimbau tetap menggunakan QRIS untuk transaksi sah dengan selalu memverifikasi nama merchant sebelum membayar.
“QRIS sangat besar manfaatnya bagi ekonomi masyarakat dan UMKM. nan kudu kita musuh adalah pihak nan menyalahgunakan kemudahan teknologi ini untuk menyamarkan transaksi ilegal,” tegas Ivan.
Sinergi Lintas Lembaga
Dalam upaya pemberantasan gambling online, PPATK mengapresiasi langkah Kementerian Komunikasi dan Digital dalam memutus akses konten, serta Bank Indonesia dalam memperkuat pengawasan sistem pembayaran. Koordinasi juga terus dilakukan berbareng Kepolisian RI untuk menindaklanjuti hasil kajian melalui penegakan norma dan pemulihan aset.
PPATK mengimbau masyarakat untuk tidak menyerahkan rekening alias identitas kepada pihak lain dan segera melaporkan jika menemukan kanal pembayaran nan mencurigakan. Sinergi antara pemutusan aliran biaya dan penegakan norma menjadi kunci utama dalam meruntuhkan ekosistem gambling online di Indonesia. (RO/Z-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·