loading...
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana. Foto: Dok SindoNews
JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat terjadinya penurunan signifikan perputaran biaya gambling online (judol) pada 2025. Pasalnya, perputaran biaya judol naik mencapai Rp359,81 triliun sejak 2017 hingga 2024.
Capaian tersebut dinilai sebagai corak ketegasan dari Presiden Prabowo Subianto, lantaran judol sebagai salah satu prioritas pemerintah untuk diberantas serentak antara kementerian, lembaga dan abdi negara penegak hukum.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana membeberkan bahwa info PPATK menunjukkan nilai perputaran biaya judol terus meningkat sejak 2017, dari Rp2,01 triliun hingga mencapai Rp359,81 triliun pada 2024.
Baca juga: Komentar Judi Online Dinilai Bukan Sekadar Promosi, Pakar: Tapi Upaya Provokasi Sistematis
Dia menambahkan, untuk pertama kalinya sejak 2017, nilai perputaran biaya itu turun signifikan pada 2025 menjadi Rp286,84 triliun alias 20% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, nilai deposit juga turun dari Rp51,3 triliun pada 2024 menjadi Rp36,01 triliun pada 2025.
“Setiap tahun sejak 2017 terus meningkat, penurunan nilai perputaran biaya gambling online pada 2025 menjadi sejarah. Capaian ini tidak terlepas dari ketegasan Presiden Prabowo memimpin perang melawan gambling online, dan menggerakkan seluruh unsur pemerintah untuk bekerja serentak,” kata Ivan melalui keterangannya pada Kamis (23/7/2026).
Akan tetapi, Ivan memandang aktivitas gambling online belum mereda. Pada kuartal I tahun 2026, nilai perputaran biaya gambling online mencapai Rp40,3 triliun, dengan total deposit sebesar Rp10,59 triliun.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·