Prabowo Perintahkan Penguatan Antisipasi El Nino

1 hari yang lalu 8
Prabowo Perintahkan Penguatan Antisipasi El Nino Presiden Prabowo Subianto.(Dok. Sekretariat Presiden)

PRESIDEN Prabowo Subianto meminta seluruh jejeran pemerintah memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau nan diperkirakan berjalan berbarengan dengan kejadian El Nino. Arahan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin rapat terbatas berbareng sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/7).

Fokus pemerintah tidak hanya pada penanganan akibat kekeringan, tetapi juga memastikan kesiapan air tetap terjaga serta mencegah meningkatnya akibat kebakaran rimba dan lahan selama musim kemarau.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengatakan BMKG bakal mengintensifkan beragam upaya mitigasi untuk menghadapi potensi akibat El Nino. Salah satu strategi nan diperkuat adalah operasi modifikasi cuaca (OMC), baik untuk menjaga pasokan air di waduk maupun mengurangi potensi kebakaran rimba dan lahan.

"Jadi ada dua, ialah mengenai dengan kesiapan air melalui waduk-waduk, pengisian waduk dengan modifikasi cuaca dan sebagainya. Juga dengan, untuk mengantisipasi kebakaran rimba dan lahan melalui pembasahan dari lahan-lahan nan mudah terbakar ini melalui modifikasi cuaca. Tadi diperkuat banyak tentang modifikasi cuaca," jelasnya.

Menurut Faisal, penyelenggaraan OMC bakal diprioritaskan di enam provinsi nan mempunyai tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran rimba dan lahan, ialah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Selain itu, operasi serupa juga bakal dilakukan secara situasional di wilayah lain seperti Kepulauan Riau dan Aceh.

Ia menjelaskan, modifikasi cuaca bakal dilaksanakan secara berkala untuk menjaga kelembapan lahan gambut sehingga tidak mudah terbakar saat musim kemarau.

"Itu juga dilakukan secara berkala operasi modifikasi cuaca untuk menjenuhkan tanah di sana, tanah gambut di sana, agar dia tidak mudah terbakar. Termasuk kita melakukan di Kepulauan Riau juga untuk modifikasi cuaca, dan juga di Aceh, beberapa tempat secara situasional tergantung situasi dan kondisi," ungkapnya.

Selain mendukung pencegahan kebakaran, operasi modifikasi cuaca juga bakal diarahkan untuk meningkatkan persediaan air di waduk-waduk nan tersebar di beragam daerah. Program tersebut dijalankan melalui kerjasama BMKG dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, serta sejumlah pihak swasta.

Faisal mengatakan langkah tersebut bermaksud memastikan pasokan air tetap tersedia untuk beragam kebutuhan, mulai dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA), sistem irigasi pertanian, hingga penyediaan air bersih bagi masyarakat.

"Untuk kekeringan, BMKG melakukan beberapa modifikasi cuaca, bekerja sama dengan BNPB, bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan, dan juga dengan swasta untuk pengisian waduk. Pengisian waduk-waduk nan ada di Indonesia, kita punya 240 waduk, beberapa memang tidak semua itu kita coba isi agar bisa difungsikan untuk PLTA, bisa difungsikan untuk irigasi, dan air bersih," ujarnya.

Lebih jauh, Faisal menegaskan pemerintah sekarang mengedepankan strategi mitigasi sebelum musibah terjadi. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif dibanding hanya mengandalkan penanganan ketika kebakaran sudah muncul.

"Tidak hanya kita menunggu adanya titik api, kemudian kita padamkan dengan waterbombing, kemudian dengan pemadam nan disemprot, dan sebagainya. Tapi ketika permukaan air tanahnya sudah menurun, itu dilakukan modifikasi cuaca nan dapat menjatuhkan jutaan kubik air, dan kemudian dapat menjenuhkan wilayah tersebut. Sehingga sekarang kita lihat bahwa untuk kebakaran rimba dan lahan relatif lebih dapat dikendalikan dibanding sebelum 2015," pungkasnya. (H-3)

Selengkapnya