Para pejalan kaki melintasi JPO nan saling berdampingan namun tidak saling berasosiasi di area Rasuna Said, Jakarta, (7/8/2026).(MI/Usman Iskandar)
GUBERNUR DKI Jakarta, Pramono Anung, memutuskan untuk membongkar salah satu Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di area Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. JPO lama nan sempat viral di media sosial dengan julukan JPO "Love-Hate Relationship" tersebut dinilai tumpang tindih dan mencerminkan buruknya koordinasi pembangunan di masa lalu.
Keputusan tersebut diambil Pramono usai melakukan peninjauan lapangan berbareng jejeran terkait, termasuk Kepala Dinas Bina Marga, Walikota Jakarta Selatan, Dinas Perhubungan, serta Dinas Kominfotik, Minggu (9/8).
"Setelah saya berbincang dengan Kepala Dinas Bina Marga dengan Walikota Jakarta Selatan, Dinas Perhubungan, dan juga dengan Dinas Kominfotik, saya sudah memutuskan bahwa JPO nan satu bakal kita bongkar," tegas Pramono di area HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Dari hasil pengecekan langsung, Pramono mendapati kedua akomodasi tersebut pada dasarnya mempunyai kegunaan nan identik, ialah menyeberangkan pejalan kaki sekaligus menyambungkan akses ke moda transportasi publik, termasuk Light Rail Transit (LRT) Jabodebek.
Perbedaan mencolok terletak pada usia dan kreasi infrastruktur. JPO milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dibangun dengan kreasi era 1980-an alias awal 1990-an, sedangkan JPO di sebelahnya merupakan gedung baru buatan LRT Jabodebek dan PT KAI.
Pramono mengkritik keberadaan dua JPO nan dibangun berdampingan tanpa konektivitas tersebut sebagai akibat dari ego sektoral dalam pengambilan kebijakan akomodasi publik pada masa lalu.
"Tetapi setelah saya lihat sendiri, ini menunjukkan bahwa dulu dalam membikin kebijakan seringkali seperti nan saya katakan, ego pemimpinnya itu tidak dikomunikasikan secara baik. Sehingga sebenarnya dua-duanya ini fungsinya sama persis," ujar Pramono.
Guna efisiensi tata ruang dan kenyamanan warga, Pemprov DKI Jakarta bakal merobohkan JPO lama. Sementara itu, JPO integrasi nan lebih baru bakal dipertahankan sekaligus ditingkatkan kualitas fasilitasnya.
Sebelumnya, keberadaan dua JPO nan saling berdekatan namun terpisah ini memicu keluhan warga. JPO lama Pemprov DKI awalnya berfaedah sebagai akses menuju Halte Transjakarta.
Namun, setelah posisi Halte Transjakarta dipindahkan ke bawah Stasiun Terintegrasi LRT Jabodebek, akses penyeberangan dialihkan sepenuhnya ke JPO integrasi baru, hingga membikin JPO eksisting kehilangan kegunaan utamanya. (Ant/P-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·