Ilustrasi(Dok Istimewa)
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta berbareng Baznas (Bazis) DKI Jakarta dan PT Malahayati Nusantara Raya merampungkan Program Bedah Kawasan di RT 14 RW 02, Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Program ini menghadirkan kembali 16 rumah layak huni bagi penduduk nan kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran pada Februari 2026.
Peresmian program dilakukan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Selasa (21/7/2026). Revitalisasi area tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan jangka panjang setelah musibah kebakaran nan terjadi pada 10 Februari 2026 menghanguskan 16 rumah dan berakibat pada 22 kepala family alias sekitar 60 jiwa.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta berbareng beragam pihak memberikan penanganan darurat melalui pendirian posko pengungsian, penyaluran support logistik, jasa kesehatan, dapur umum, hingga membantu pemulihan arsip manajemen kependudukan penduduk terdampak.
Melalui Program Bedah Kawasan, area permukiman nan terdampak sekarang ditata kembali dengan konsep kediaman lebih sehat, aman, nyaman, dan mempunyai sirkulasi udara lebih baik. Revitalisasi tersebut menelan anggaran sekitar Rp960,3 juta, nan berasal dari kerjasama Baznas (Bazis) DKI Jakarta dan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) PT Malahayati Nusantara Raya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan kerjasama menjadi kunci dalam memperluas akses masyarakat terhadap kediaman nan layak, terutama bagi penduduk nan terdampak bencana.
"Pada 2026, Pemprov DKI Jakarta berbareng Baznas (Bazis) DKI Jakarta menargetkan sebanyak 633 pembangunan dan bedah rumah layak huni. Bedah Kawasan di Pela Mampang menjadi salah satu bentuk kerjasama tersebut, dengan total anggaran sekitar Rp960,3 juta nan didukung PT Malahayati Nusantara Raya serta Baznas (Bazis) DKI Jakarta sebesar Rp360 juta. Melalui program ini, sebanyak 16 rumah nan dihuni 22 kepala family alias 60 jiwa sekarang telah kembali menjadi kediaman aman, nyaman, dan layak huni," ujar Pramono.
Ketua Baznas (Bazis) DKI Jakarta Akhmad H Abu Bakar menegaskan program tersebut tidak hanya berfokus membangun kembali rumah nan terbakar, tetapi juga memulihkan angan para penyintas.
"Program Bedah Kawasan ini bukan sekadar membangun kembali rumah nan terdampak kebakaran, tetapi juga mengembalikan angan bagi masyarakat untuk memulai kehidupan lebih baik."
"Melalui kerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta dan PT Malahayati Nusantara Raya, kami mau memastikan para penyintas dapat kembali menempati kediaman nan aman, nyaman, sehat, dan layak huni. Inilah bentuk nyata bahwa amal nan ditunaikan masyarakat bisa menghadirkan faedah langsung bagi mereka nan sedang menghadapi musibah," kata Akhmad.
Dengan selesainya revitalisasi area tersebut, penduduk sekarang dapat kembali menempati rumah lebih layak sekaligus menikmati lingkungan permukiman nan lebih tertata. Program ini juga menjadi bukti bahwa sinergi pemerintah, lembaga pengelola zakat, dan sektor swasta bisa menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membangun kembali kehidupan warga. (H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·