Pramono Optimalkan 31 TPS 3R, Siapkan Lahan 40 Hektare di Ciangir untuk Kelola Sampah Organik

1 jam yang lalu 4
Pramono Optimalkan 31 TPS 3R, Siapkan Lahan 40 Hektare di Ciangir untuk Kelola Sampah Organik Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.(MI/M Farhan Zhuhri)

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta belum bakal menambah Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) baru hingga akhir 2026. Fokus pemerintah saat ini adalah mengoptimalkan 31 TPS 3R nan sudah ada agar bisa mengolah sampah secara maksimal dan mengurangi ketergantungan terhadap TPST Bantargebang.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, konsep TPS 3R sekarang tidak lagi sekadar menjadi letak penampungan sampah. Seluruh akomodasi tersebut bakal diubah menjadi pusat pengelolaan dengan sistem pilah, angkut, dan olah sampah.

“Kalau dulu TPS 3R hanya menampung sampah saja, sekarang seluruh TPS 3R diubah menjadi pilah-angkut-olah. Kalau itu bisa dilakukan, maka jumlah sampah nan kudu dikirim ke Bantargebang bakal berkurang cukup signifikan sembari menunggu pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah,” kata Pramono di Jakarta Selatan, Kamis (30/7).

Menurut dia, optimasi TPS 3R juga bakal didorong melalui skema creative financing berbareng sektor swasta. Model kerjasama seperti nan dilakukan berbareng MoreGo dan Metro disebut menjadi contoh penyelesaian persoalan sampah nan bakal diperluas di Jakarta. “Kami membuka diri terhadap kerja sama seperti ini lantaran saling memberikan manfaat,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 31 TPS 3R nan tersebar di Jakarta. Namun, sebagian besar belum bekerja secara optimal.

Ia mengatakan, konsep seperti TPS 3R Menteng Atas bakal direplikasi sehingga setiap akomodasi mempunyai kapabilitas pengolahan hingga 100 ton per hari melalui kerjasama dengan pihak ketiga.

“Untuk tahun depan belum ada penambahan TPS 3R baru. Fokus kami mengoptimalkan nan sudah ada. Kalau seluruh 31 TPS 3R bisa berkapasitas 100 ton, totalnya bisa mencapai sekitar 3.000 ton per hari,” ujar Dudi.

Selain mengoptimalkan TPS 3R, Pramono mengungkapkan Pemprov DKI telah membebaskan lahan seluas 40 hektare di Ciangir, Banten, nan bakal difungsikan unik untuk pengelolaan sampah organik.

Menurut dia, akomodasi tersebut menjadi bagian dari ekosistem pengelolaan sampah Jakarta, mulai dari pemisahan sampah organik, pengolahan sampah anorganik, produksi RDF, hingga residu nan tetap dikirim ke Bantargebang. “Besok saya bakal memandang langsung letak di Ciangir. Ini menjadi bagian krusial dari ekosistem penanganan sampah Jakarta,” katanya. (Far/P-3)

Selengkapnya