Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi (P3M-PPE) menggelar sidang kanal debottlenecking pada Kamis (23/7/2026).
Pada agenda sidang kedua, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa pun memimpin sidang, setelah pada agenda pertama diwakilkan oleh Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Satgas P3M-PPE Satya Bhakti Parikesit.
Adapun perusahaan nan mengusulkan keluhan ialah PT Schneider Electric Indonesia dan Asosiasi Produsen Peralatan Listrik Indonesia (APPI).
Sedangkan keluhan ini ditujukan kepada beberapa kementerian dan lembaga seperti Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian ESDM, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Perdagangan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan Badan Standarisasi Nasional.
Dalam sidang kedua debottlenecking, Schneider Electric Indonesia dan APPI mengeluhkan adanya ketimpangan persaingan (unfair level playing field) dalam pembangunan KEK, nan mengakibatkan rendahnya penyerapan produk industri dalam negeri pada proyek-proyek prasarana dasar KEK.
"Kami mengeluhkan tidak mendapatkan porsi nan cukup lantaran ada beberapa patokan di dalam KEK itu nan menyebabkan produk kami secara nilai mungkin tidak bersaing dengan produk impor. Jadi, 75% itu mereka basically tidak bisa partisipasi, hanya sedikit sekali nan bisa berperan-serta di KEK," kata perwakilan APPI dalam Sidang Debottlenecking kedua, Kamis (23/7/2026).
Oleh lantaran itu, sidang ini menghasilkan kesimpulan, di mana Purbaya bakal menyesuaikan patokan di KEK, agar produsen di dalam negeri bisa bersaing.
"Kesimpulannya bakal kita sesuaikan peraturannya, agar akses perusahaan nan punya pabrik di sini, terutama bagi produsen dalam negeri, kelak punya akses nan sama ke area KEK," kata Purbaya.
Pihaknya bakal mengatur agar produsen dalam negeri bisa beraksi leluasa di dalam KEK.
"Nanti kita atur agar produsen-produsen dalam negeri, walaupun perusahaan asing, nan udah punya pabrik di sini, mempunyai kesempatan nan sama untuk bersaing di area KEK," terang Purbaya.
(chd/haa)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·