PTPN I Jadi Pusat Riset Bibit Unggul Perkebunan Nasional di Lampung Selatan

6 jam yang lalu 4
PTPN I Jadi Pusat Riset Bibit Unggul Perkebunan Nasional di Lampung Selatan (PTPN) I ditetapkan sebagai pusat riset dan pengembangan bibit unggul perkebunan nasional di Kabupaten Lampung Selatan.(Dok.Istimewa)

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I (Persero) ditetapkan sebagai pusat riset dan pengembangan bibit unggul perkebunan nasional di Kabupaten Lampung Selatan melalui kerjasama lintas kementerian, lembaga riset, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan mitra strategis.

Penetapan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Riset dan Teknologi Pengembangan Tanaman Perkebunan Unggulan di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Lampung Selatan, Jumat (24/10), mengatakan pemerintah berkomitmen memperkuat sektor perkebunan melalui pengembangan bibit unggul dan hilirisasi komoditas strategis guna meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani.

"PTPN I dipersiapkan menjadi pusat riset dan pengembangan bibit unggul perkebunan nasional. Kementerian Pertanian menyiapkan bibit, BRIN dan perguruan tinggi melaksanakan riset, sedangkan PTPN I menyediakan lahan sebagai letak pengembangan. Hasilnya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan dan kesejahteraan masyarakat," kata Zulkifli Hasan.

Ia menjelaskan program tersebut diawali dengan pengembangan kelapa hibrida, kakao unggul, dan kopi prioritas nan diharapkan bisa menghasilkan varietas tanaman berbobot sekaligus memperkuat daya saing komoditas perkebunan nasional.

Selain itu, area riset tersebut juga bakal dikembangkan secara berjenjang menjadi agrowisata terpadu berbasis perkebunan dan pesisir melalui sinergi dengan InJourney serta support mitra perbankan sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam penerapan kerja sama tersebut, PTPN I menyediakan lahan untuk aktivitas riset, pemuliaan tanaman, uji budi daya, hingga pengembangan kebun induk bibit. Sementara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berbareng perguruan tinggi bertanggung jawab melaksanakan penelitian dan pengembangan teknologi.

Di sisi lain, Kementerian Pertanian mendukung penyediaan serta sertifikasi bibit unggul, sedangkan InJourney berbareng mitra perbankan memberikan support terhadap pengembangan area dan pembiayaannya.

PONDASI PENTING
Direktur Utama PTPN I (Persero), Abdul Rivai Ras mengatakan kerjasama lintas sektor menjadi fondasi krusial dalam membangun ekosistem penemuan perkebunan nasional nan bisa menghasilkan faedah nyata bagi masyarakat.

"PTPN I berkomitmen memastikan hasil riset tidak berakhir di laboratorium, tetapi diimplementasikan menjadi bibit unggul nan bisa meningkatkan produktivitas perkebunan, memperkuat daya saing komoditas nasional, dan memberikan faedah nyata bagi petani serta masyarakat," ujarnya.

Menurut dia, transformasi sektor perkebunan kudu didukung inovasi, teknologi, dan riset untuk menghasilkan varietas unggul nan adaptif terhadap perubahan suasana sekaligus mendukung produktivitas dan keberlanjutan industri perkebunan nasional.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kasan menilai penandatanganan kerja sama tersebut menjadi langkah awal pembangunan pusat riset perkebunan nasional nan terintegrasi.

Dia mengatakan keberhasilan program bakal diukur dari penerapan di lapangan dan keahlian menghasilkan bibit unggul nan dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

Bagi PTPN I, kerjasama tersebut merupakan bagian dari strategi transformasi perusahaan nan menempatkan inovasi, digitalisasi, dan kemitraan sebagai penggerak utama pembuatan nilai tambah.

Melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, PTPN I optimistis pusat riset bibit unggul di Lampung Selatan dapat menjadi rujukan nasional dalam pengembangan material tanam berkualitas, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung daya saing perkebunan Indonesia di pasar global. (Ant/E-2)

Selengkapnya