Purbaya Wanti-Wanti K/L Kencangkan Ikat Pinggang Lagi, Ada Apa?

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak mentah bumi nan kembali bergejolak, hingga menembus level US$ 100 per barel, membikin pemerintah berencana memperketat shopping kementerian alias lembaga (K/L).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kembali naiknya nilai minyak mentah bumi akibat memanasnya bentrok Iran dan Amerika Serikat di area Timur Tengah berpotensi memperketat ruang fiskal RI.

"Artinya sekarang jika kembali lagi, ruangnya semakin terbatas saja. Tapi enggak membahayakan APBN sendiri. Karena ini bukan keadaan baru, kan. Tapi ada kemungkinan kan nilai minyak naik," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Purbaya menegaskan, gejolak nilai minyak tentu bakal memengaruhi beban biaya subsidi pemerintah. Namun, menurutnya tidak bakal mengganggu keseluruhan penyelenggaraan fiskal nan telah dirancang untukt ahun ini.

"Jadi enggak ada perubahan nan terlalu signifikan. Cuman nan mau saya tambahin ke beberapa, ke Kementerian alias Lembaga maupun ke wilayah mungkin enggak seluasa sebelumnya itu saja," tegas Purbaya.

Sebagaimana diketahui, nilai minyak bumi bergerak melemah pada perdagangan Jumat (24/7/2026) pagi setelah reli tajam sehari sebelumnya. Meski terkoreksi tipis, nilai tetap memperkuat di level tinggi dan berada di jalur kenaikan mingguan dua digit di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan global.

Menurut info Refinitiv hingga pukul 09.15 WIB, nilai Brent berada di US$100,25 per barel, turun 0,44% dibandingkan penutupan sebelumnya di US$100,69 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di US$91,71 per barel, melemah 0,52% dari posisi sehari sebelumnya di US$92,19 per barel.

Pelemahan pagi ini terjadi setelah lonjakan nilai nan membawa Brent kembali ditutup di atas US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei. Secara mingguan, Brent tetap naik sekitar 13,5%, sedangkan WTI menguat sekitar 10,9%.

Reli minyak dipicu meningkatnya akibat gangguan pasokan dari dua jalur pelayaran daya paling vital di dunia. Ketegangan memuncak setelah golongan Houthi nan didukung Iran mengaku menyerang dua kapal tanker Saudi di Laut Merah. Serangan tersebut memicu kekhawatiran bahwa jalur Bab el-Mandeb, pintu masuk dari Laut Merah menuju Samudra Hindia, berpotensi ikut terganggu. Jalur ini merupakan koridor pengiriman minyak terpenting kedua di bumi setelah Selat Hormuz.

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya