Putaran Arah di Indramayu Sering Timbulkan Kecelakaan

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX
Putaran Arah di Indramayu Sering Timbulkan Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Polres Indramayu tengah melakukan rela ulang kejadian kecelakaan di Lohbener, nan mengakibatkan 12 orang meninggal dunia.(MI/NURUL HIDAYAH)

PUTARAN arah di jalur pantura Jawa seringkali menyantap korban. Sejumlah kecelakaan berulangkali terjadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan lampau lintas terjadi pada Minggu (12/7) di putaran arah di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu di siang hari. Kecelakaan tersebut melibatkan tiga kendaraan, ialah mobil pikap nan mengangkut belasan orang rombongan pengantin, truk truk wing box, dan truk los bak.

Kecelakaan terjadi saat mobil pikap dengan nompr polisi E 8559 RB melaju dari arah Indramayu menuju Cirebon. Tiba-tiba  mobil tersebut berakhir di lajur kanan untuk berputar arah.  Di saat nan berbarengan dari arah belakang melaju sebuah truk box. Tabrakan pun tak bisa dihindarkan.

Benturan antar mobil nan keras membikin mobil pikap terdorong ke depan hingga masuk ke jalur nan berlawanan arah.  Tragisnya pada saat nan berbarengan sebuah mobil melaju dari arah sebaliknya hingga akhirnya mobil pick up tersebut kembali tertabrak oleh kendaraan truk los bak nan tengah melaju di jalur tersebut.

Sebanyak 12 orang meninggal dunia dan enam lainnya dirawat di rumah sakit akibat mengalami luka-luka. Seluruh korban berasal dari mobil pikap Gran Max bernopol E 8559 RB.

Sementara itu di letak kejadian hari ini, sisa-sisa kecelakaan tetap terlihat dengan adanya genangan darah berwarna merah nan telah mengering di atas jalan raya. Sementara titik putaran arah terlihat  mempunyai beda ketinggian.

Untuk jalan dari arah Jakarta menuju Cirebon lebih rendah dibandingkan jalan dari arah sebaliknya. Karenanya, kendaraan dari arah Jakarta nan hendak berputar arah di putaran itu kudu sedikit menanjak.

“Tutup saja putaran jalan.  Sudah sering menimbulkan kecelakaan. Sudah tutup saja,”  tutur Tarlam, 65, seorang pemilik warung nan persis berada di seberang putaran jalan itu.

Dia menjelaskan, putaran jalan itu sering menimbulkan kecelakaan lampau lintas terutama sepeda motor dan mobil pribadi. Saking banyaknya, sudah tidak terhitung lagi jumlah kecelakaan itu. Korbannya ada nan mengalami luka-luka, namun ada pula nan meninggal dunia.


REKA ULANG ADEGAN KECELAKAAN


Jajaran  Satlantas Polres Indramayu dan Polda Jawa Barat berbareng lembaga mengenai lainnya melakukan reka ulang segmen kecelakaan langsung di tempat kejadian perkara (TKP). Kegiatan itu dilakukan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai kecelakaan tersebut.

Adegan reka ulang itu dilakukan mulai dari mobil pikap nan melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon kemudian melakukan putar kembali di titik putaran Desa Kiajaran Kulon hingga ditabrak oleh kendaraan truk besar. Saat segmen reka ulang dilakukan, polisi sempat menutup ruas jalan Pantura dari Jakarta menuju Cirebon maupun sebaliknya. Hal itu sempat menyebabkan terjadinya kepadatan kendaraan di dua jalur tersebut

Kasubbid Gakkum Ditlantas Polda Jabar, AKB Jimmy Manurung, mengatakan, kronologi kecelakaan itu bermulai saat kendaraan pikap Grand Max berakhir di sebelah kanan jalan untuk memutar kembali kendaraan.

“Namun sesaat setelah berhenti, (mobil pikap) ditabrak oleh kendaraan Hino box wing, sehingga mengakibatkan terdorong dan terlempar ke jalur musuh dan menabrak kendaraan di depannya,” jelasnya.

Jimmy menambahkan bahwa kecelakaan tersebut mengakibatkan 12 orang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, tiga orang meninggal di TKP dan sembilan meninggal di rumah sakit.

Untuk korban luka ringan, ada enam orang. Mereka tetap dirawat di Rumah Sakit Mitra Plumbon Kabupaten Indramayu.

“Kami atas nama Polri menyampaikan rasa duka nan mendalam terhadap seluruh family korban akibat kecelakaan nan terjadi,” tandasnya.

Selengkapnya