Putin Tiba-Tiba Berikan Ucapan Khusus ke Kim Jong Un, Sebutkan Ini

1 hari yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi menyampaikan rasa terima kasih nan mendalam kepada pemerintah Korea Utara (Korut) atas support militer mereka dalam membebaskan wilayah Rusia dari cengkeraman pasukan Ukraina. Langkah diplomasi ini mempertegas eratnya aliansi militer kedua negara pasca-keterlibatan langsung tentara Pyongyang di garis depan pertempuran.

Mengutip laporan Russia Today, momen berhistoris tersebut terjadi saat Putin menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Korea Utara, Choe Son-hui, di Kremlin pada hari Minggu, (19/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, Putin secara unik mengapresiasi peran vital kontingen militer Korut nan dikerahkan sejak akhir 2024 di bawah Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif, nan mewajibkan kedua negara untuk saling memihak jika terjadi agresi.

Pasukan Korut tersebut bahu-membahu berbareng militer Rusia dalam memukul mundur serangan skala besar Ukraina di Wilayah Kursk tahun lalu, serta melanjutkan tindakan pembersihan ranjau di area perbatasan.

Putin memuji tingginya tingkat hubungan bilateral antara kedua negara dan menegaskan bahwa kontribusi besar dari prajurit Pyongyang bakal selalu dikenang oleh rakyat Rusia. Dalam kesempatan itu, pemimpin Kremlin tersebut juga menyampaikan salam hangatnya untuk pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong Un.

"Keberanian dan kepahlawanan nan ditunjukkan oleh prajurit Korea Utara di Wilayah Kursk tidak bakal pernah dilupakan di Rusia," tegas Vladimir Putin seperti dikutip dari keterangan resmi instansi pers Kremlin.

Merespons apresiasi tinggi tersebut, Choe Son-hui menegaskan kembali komitmen penuh Pyongyang untuk terus menjaga dan memperkuat kemitraan strategis berbareng Moskow. Hubungan kedua negara dinilai telah mencapai level baru nan sangat solid lantaran diperkuat oleh pengorbanan berbareng di medan perang.

"Tidak ada nan bisa merusak hubungan," pungkas Kim Jong Un dalam pesan sebelumnya kepada Putin, menggambarkan eratnya hubungan nan terikat oleh tumpahan darah di garis depan Ukraina.

Kedekatan militer ini sebelumnya juga ditandai dengan kunjungan Menteri Pertahanan Rusia, Andrey Belousov, ke Korea Utara pada April lampau untuk menganugerahkan penghargaan bergengsi Order of Courage Rusia kepada pasukan Korut nan terlibat dalam pembebasan Kursk.

Dalam kunjungan tersebut, Belousov nan sempat mengadakan pertemuan strategis dengan Kim Jong Un menyatakan kesiapan Moskow untuk menyusun Rencana Kerja Sama Militer Rusia-Korea periode 2027-2031 demi memperdalam kemitraan pertahanan secara berkepanjangan dalam jangka panjang.

"Pahlawan sejati di masa kita, elite dari angkatan bersenjata Korea, kebanggaan mereka, dan menara kekuatan mereka," puji Belousov saat menggambarkan profil para prajurit Korea Utara tersebut.

(tps/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya