TUNGGAL putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani.(Dok. Antara)
TUNGGAL putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani (Putri KW), mengungkapkan bahwa kepercayaan dirinya semakin meningkat setelah menjalani dua turnamen terakhir di Asia. Meski langkahnya kudu terhenti di babak perempat final China Open 2026 (Tiongkok Terbuka 2026), Putri memandang adanya perkembangan positif dalam level permainannya.
Bertanding di Changzhou, China, pada Jumat (24/7), Putri nan datang sebagai unggulan keenam kudu mengakui kelebihan wakil Jepang, Tomoka Miyazaki. Melalui drama tiga gim, Putri menyerah dengan skor 21-16, 11-21, dan 9-21.
Modal Kepercayaan Diri dari Japan Open
Walaupun merasa kurang puas dengan penampilannya di perempat final Tiongkok Terbuka 2026 pebulu tangkis berumur 24 tahun ini tetap mengambil sisi positif dari rangkaian turnamen nan dia ikuti. Kepercayaan dirinya terdongkrak berkah performa impresif pada Japan Open pekan sebelumnya.
“Banyak pelajaran nan saya ambil dari dua minggu ini. Walau di sini kurang puas dengan penampilannya, tapi minggu lampau bisa mengalahkan Wang Zhi Yi dan nyaris menang dari Akane Yamaguchi cukup menumbuhkan kepercayaan diri nan lebih lagi,” ujar Putri dalam keterangan resmi PBSI.
Kemenangan atas Wang Zhi Yi (Tiongkok) dan perlawanan sengit melawan Akane Yamaguchi (Jepang) menjadi bukti bahwa Putri bisa bersaing di level tertinggi dunia. Hal ini menjadi modal krusial baginya untuk menatap turnamen-turnamen mendatang.
Evaluasi Teknis dan Faktor Lapangan
Mengulas pertandingannya melawan Tomoka Miyazaki, Putri sebenarnya sempat memegang kendali dengan memenangi gim pertama 21-16. Namun, situasi berubah drastis pada dua gim berikutnya akibat tekanan musuh dan kondisi lapangan.
“Secara permainan sebenarnya Tomoka tidak banyak berubah, tapi aspek menang dan kalah angin cukup menentukan. Di gim ketiga dari awal dia terus menekan dan saya tidak bisa keluar dari tekanan,” jelas Putri. Ia juga menambahkan bahwa dirinya sering melakukan kesalahan sendiri dengan pukulan nan terlalu panjang alias netting nan tanggung.
Fokus pada Konsistensi
Selain aspek teknis, Putri menyoroti pentingnya menjaga konsentrasi pikiran agar tetap prima saat menghadapi agenda turnamen nan padat secara beruntun. Ia merasa konsistensi menjadi kunci utama untuk mempertahankan performa dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya.
“Saya kudu belajar lagi menahan konsentrasi pikirannya biar tetap prima tidak hanya dalam satu alias dua pertandingan, tidak hanya satu turnamen tapi di dua alias tiga turnamen beruntun,” pungkasnya.
Meski kecewa dengan hasil akhir di Tiongkok Terbuka 2026, Putri tetap berterima kasih dapat menyelesaikan pertandingan tanpa mengalami cedera dan siap melakukan pertimbangan mendalam berbareng tim pelatih. (Ant/H-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·