loading...
Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng, KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) berbareng perwakilan Konjen Tiongkok Mr. Ye Su. FOTO/IST
SEMARANG - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah memperkuat kerja sama bilateral dengan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di bagian pendidikan. Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng, KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), menegaskan bahwa kerjasama kedua negara tidak boleh hanya bertumpu pada sektor ekonomi, melainkan kudu melibatkan pertukaran pengetahuan pengetahuan antargenerasi muda.
"Kami berambisi kerja sama Indonesia dan Tiongkok tidak hanya bertumpu pada perdagangan alias investasi. Pendidikan kudu menjadi jembatan nan mempertemukan generasi muda kedua bangsa sehingga hubungan ini semakin kuat di masa depan," ujar Gus Rozin di Semarang dikutip dari keterangannya, Sabtu (25/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Gus Rozin mengusulkan sejumlah langkah strategis, mulai dari pengiriman tenaga pengajar Bahasa Mandarin untuk lembaga pendidikan di bawah naungan NU dan ekspansi kuota danasiwa bagi para santri. Selain itu Gus Rozin berambisi ada kemudahan pengurusan visa akademik, hingga pertukaran pelajar dan pengasuh pesantren. "Kami juga berambisi ada lebih banyak pertukaran mahasiswa, dosen, rektor, kepala sekolah, maupun pengasuh pesantren. Dengan begitu, faedah kerja sama betul-betul dirasakan masyarakat," katanya.
Pihak Konjen Tiongkok nan diwakili Mr. Ye Su menyambut baik usulan tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi seluruh program pendidikan nan diajukan. Dalam pertemuan tersebut Mr Ya Su menyampaikan apresiasi unik kepada Presiden keempat RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), nan dinilai berjasa besar dalam membuka kembali hubungan diplomatik Indonesia-Tiongkok sekaligus merawat semangat toleransi serta perlindungan kewenangan asasi manusia.
"Kami sangat menghormati atas warisan pemikiran Gus Dur nan hingga sekarang menjadi fondasi kuat hubungan persahabatan kedua negara," ujarnya.
Menanggapi apresiasi tersebut, Gus Rozin menyatakan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan sikap saling menghormati nan diwariskan Gus Dur kudu terus dirawat melalui kerja sama nyata di sektor pendidikan dan kebudayaan. "Warisan terbesar Gus Dur adalah membangun hubungan dengan rasa saling menghormati. Nilai itu nan mau kami teruskan melalui kerja sama pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia," tegas Gus Rozin.
Menjelang akhir pertemuan, kedua belah pihak sepakat menjaga komunikasi berkelanjutan, di mana pihak Konjen Tiongkok turut mengundang Gus Rozin melakukan kunjungan jawaban serta merencanakan agenda lanjutan di Jawa Tengah sebelum penghujung tahun 2026.
(abd)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·