Rachel/Febi Petik Pelajaran dari Tiongkok Terbuka 2026 Jelang Kejuaraan Dunia

4 jam yang lalu 5
Rachel/Febi Petik Pelajaran dari Tiongkok Terbuka 2026 Jelang Kejuaraan Dunia Ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum(X @INABadminton)

GANDA putri bulu tangkis Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, memetik pelajaran berbobot dari partisipasi mereka di arena Tiongkok Terbuka 2026. Meski langkah mereka terhenti di babak perempat final, pengalaman di Changzhou menjadi modal krusial untuk menghadapi debut mereka di Kejuaraan Dunia 2026 nan bakal berjalan di India, 17-23 Agustus mendatang.

Perjalanan Rachel/Febi di Tiongkok Terbuka 2026 berhujung setelah mengakui kelebihan pasangan tuan rumah sekaligus unggulan kedelapan, Li Yi Jing/Luo Xu Min. Dalam laga nan berjalan ketat pada Jumat, pasangan Indonesia menyerah dua gim langsung dengan skor kembar 18-21 dan 18-21.

Detail Pertandingan Keterangan
Turnamen Tiongkok Terbuka 2026 (Perempat Final)
Lawan Li Yi Jing/Luo Xu Min (Tiongkok) [8]
Skor Akhir 18-21 dan 18-21
Agenda Berikutnya Kejuaraan Dunia 2026 (India, 17-23 Agustus)

Evaluasi Teknis: Konsistensi dan Tenaga Pukulan

Febi Setianingrum mengungkapkan bahwa salah satu hambatan utama dalam laga tersebut adalah kesulitan keluar dari tekanan lawan. Pengembalian bola nan kurang jeli memberikan celah bagi pasangan Tiongkok untuk melancarkan serangan bertubi-tubi.

"Tadi kami lebih banyak tertekan, pengembalian bolanya terlalu tanggung jadi mereka lezat buat menyerang kami," ujar Febi melalui keterangan resmi PBSI.

Ia menegaskan bahwa aspek konsistensi dan kekuatan pukulan menjadi konsentrasi utama perbaikan sebelum terbang ke India.

Senada dengan rekannya, Rachel Allessya Rose menyoroti kegagalan mereka memanfaatkan momentum di gim pertama. Saat itu, posisi musuh sebenarnya sedang tidak menguntungkan lantaran kalah angin. Namun, tekanan serangan Li/Luo tetap susah diredam.

"Di gim pertama posisi mereka kalah angin tapi tekanan serangannya lumayan kencang, padahal itu kesempatan kami untuk mengambil keuntungan. Ketika berbalik di gim kedua, tenaga mereka semakin kuat dan itu menyulitkan kami untuk membalikkan bola dengan bagus," jelas Rachel.

Modal Positif Variasi Permainan

Kendati kandas menembus semifinal, Rachel memandang sisi positif dari rangkaian turnamen nan mereka jalani dalam dua pekan terakhir. Menurutnya, mereka sekarang mempunyai lebih banyak referensi mengenai ragam pola permainan nan bisa diterapkan di lapangan.

"Banyak nan bisa diambil dari pertandingan-pertandingan di dua minggu ini. Dari beberapa kali main, cukup beda-beda pola nan bisa dimainkan, itu nilai positifnya. Cuma memang ada nan kebaca, ada nan lancar. Ini jadi modal untuk perbaikan ke depan," pungkas Rachel.

Kejuaraan Dunia 2026 di India bakal menjadi panggung perdana bagi Rachel/Febi di level tertinggi turnamen mayor bulu tangkis dunia. Evaluasi dari Tiongkok Terbuka diharapkan bisa mematangkan performa mereka saat bersaing dengan elit dobel putri global.

(Ant/Z-1)

Selengkapnya