Ilustrasi--Petani memetik daun teh di area perkebunan Harendong, Lebak, Banten, Minggu (11/5/2025).(ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas)
KUALITAS sebuah seduhan teh rupanya sangat berjuntai pada bagian daun nan dipetik. Spesialis teh Indonesia sekaligus Master Blender OZA Tea, Oza Sudewo, mengungkapkan bahwa pucuk daun merupakan penentu utama kualitas teh lantaran mempunyai kandungan senyawa pemberi rasa dan aroma paling tinggi.
Hal tersebut disampaikan Oza di sela-sela arena Tea Master Cup Indonesia 2026 nan berjalan dalam pameran "Food & Hospitality Indonesia 2026" di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Jumat (24/7).
Menurutnya, specialty tea alias teh spesial hanya menggunakan bagian terbaik dari tanaman teh.
"Dalam istilah perkebunan, bagian pucuk disebut P. Teh specialty hanya dipetik bagian pucuknya saja, alias P+1, ialah pucuk dan satu daun di bawahnya, serta P+2," ujar Oza.
Ia menjelaskan bahwa daun teh nan tetap muda mempunyai konsentrasi minyak esensial (essential oils) nan jauh lebih tinggi dibandingkan daun tua. Kandungan inilah nan bertanggung jawab memberikan karakter rasa nan kuat dan memikat pada setiap seduhan.
"Semakin muda daunnya, rasanya semakin enak. Specialty tea mempunyai spektrum rasa nan lebih beragam, mulai dari aroma dedaunan, bunga, hingga buah-buahan. Selain itu, sisa rasa (aftertaste) dan aromanya tetap dapat dirasakan beberapa saat setelah diminum," tambahnya.
Sebaliknya, Oza menyebut bahwa produk teh reguler nan banyak beredar di pasaran umumnya menggunakan daun nan sudah tua, ialah daun ketujuh alias kedelapan. Pada tahap ini, tekstur daun sudah mengeras dan kehilangan karakter rasa nan kompleks.
Untuk memudahkan masyarakat memahami perbedaan kualitas ini, Oza memberikan perumpamaan nan kontras antara kedua jenis teh tersebut.
"Kalau teh reguler nan kita minum sehari-hari itu seumpama daging kornet, sedangkan specialty tea itu seumpama daging wagyu. Perbedaannya sejauh itu," pungkasnya.
Perbandingan Specialty Tea vs Teh Reguler
| Bagian Daun | Pucuk (P), P+1, alias P+2 | Daun ke-7 alias ke-8 (daun tua) |
| Kandungan Minyak Esensial | Sangat Tinggi | Rendah / Hampir tidak ada |
| Profil Rasa | Beragam (Bunga, Buah, Daun) | Flat / Standar |
| Tekstur Daun | Lunak dan Muda | Keras |
| Analogi Kualitas | Daging Wagyu | Daging Kornet |
(Ant/Z-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·