Ratusan Pelajar di Cibatu Garut Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis

1 jam yang lalu 4
Ratusan Pelajar di Cibatu Garut Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin kunjungi Puskesmas untuk menjenguk ratusan pelajar nan tengah mendapat perawatan setelah terjadi dugaan keracunan makan bergizi cuma-cuma (MBG) di sekolah.(MI/Kristiadi )

RATUSAN pelajar dari beragam jenjang pendidikan di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para korban berasal dari Pondok Pesantren Al Mansuriah, PAUD Al-Mukhtar, SD Negeri 1 Sukanagara, dan SD Negeri 4 Sukanagara.

Peristiwa ini mengakibatkan para siswa kudu dilarikan ke Puskesmas Cibatu untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Gejala nan dikeluhkan para korban meliputi sakit perut, pusing, mual, muntah, hingga diare.

Berdasarkan kronologi kejadian, para pelajar menyantap menu MBG pada Selasa (21/7) nan terdiri dari nasi putih, telur ramuan rendang, tempe masam manis, sayur sop, dan susu. Gejala mulai dirasakan secara massal pada Rabu (22/7), hingga puncaknya ratusan pelajar kudu menjalani rawat inap.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memastikan pemerintah wilayah bergerak sigap menangani musibah ini. "Pemerintah Kabupaten Garut bergerak sigap untuk memastikan seluruh korban memperoleh pelayanan kesehatan terbaik hingga pulih sepenuhnya," ujar Abdusy saat meninjau para korban di Puskesmas Cibatu, Jumat (24/7).

Penutupan Operasional Dapur Gizi

Sebagai langkah antisipasi dan evaluasi, Pemkab Garut telah menutup sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di letak kejadian. Langkah ini diambil untuk mendukung proses pemeriksaan menyeluruh nan dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Abdusy menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah (Korwil) BGN untuk memperketat pengawasan program MBG. "Kami meminta peninjauan ulang terhadap Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta kelengkapan perizinan operasional. Kami minta ada atensi lebih agar kejadian serupa tidak terulang," tegasnya.

Tindakan Medis & Laboratorium:

Sampel makanan nan dikonsumsi para siswa telah diambil dan dikirim ke laboratorium di Bandung untuk memastikan penyebab pasti keracunan.

Bantuan Kerohiman bagi Korban

Sebagai corak kepedulian, Pemkab Garut berbareng Bank BJB dan BAZNAS menyalurkan support kerohiman senilai Rp250 ribu kepada setiap korban. Selain itu, paket sembako juga telah disiapkan untuk dibagikan kepada family korban setelah pasien dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

Pemerintah berambisi hasil pertimbangan laboratorium dapat segera keluar untuk menjadi dasar perbaikan sistem penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis ke depannya, guna menjamin keamanan pangan bagi para pelajar. (AD/E-4)

Selengkapnya