Atlet panjat tebing Indonesia Haddan Malik Baqmuhyibar(Instagram @malikhaddan_)
PELATIH timnas panjat tebing disiplin speed, Galar Pandu Asmoro, menilai keberhasilan Haddan Malik Baqmuhyibar meraih lencana perak di World Climbing Youth Championship Arco 2026 di Italia sebagai sinyal positif bagi masa depan olahraga ini. Prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa proses regenerasi atlet panjat tebing Indonesia melangkah di jalur nan benar.
Menurut Galar, pencapaian dalam turnamen remaja kelas bumi nan berjalan pada Rabu (22/7) itu menegaskan posisi Indonesia sebagai pesaing kuat dalam perebutan lencana emas di level internasional.
"Prestasi Haddan patut disyukuri. Ini adalah pencapaian nan kudu kami apresiasi berbareng lantaran untuk pertama kalinya Indonesia sukses naik podium pada World Youth dengan meraih lencana perak," ujar Galar di Jakarta, Jumat (24/7).
Haddan menempati posisi runner-up pada nomor speed putra U19 setelah melakoni laga final nan sengit melawan wakil Tiongkok, Yanze Shi. Dalam perebutan posisi puncak tersebut, Haddan membukukan waktu 6,21 detik, sementara Yanze Shi unggul tipis dengan catatan waktu 6,07 detik.
Analisis Performa dan Target Pelatih
Meski kudu puas dengan lencana perak, Galar menyebut performa Haddan sudah sesuai dengan sasaran tim pelatih. Atlet muda tersebut dinilai bisa mempertahankan konsistensi catatan waktu nan mendekati keahlian terbaiknya selama menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Bekasi, Jawa Barat.
Sepanjang kompetisi, Haddan tampil stabil dengan rata-rata waktu 5,152 detik. Namun, sebuah kejadian mini di babak final menghambatnya untuk meraih emas.
"Sayangnya memang saat final, dia sedikit terpeleset kaki kanannya di titik menjelang finis, sehingga kudu mengakui kemenangan lawannya," jelas Galar.
Data Pertandingan Final Speed Putra U19
| Yanze Shi | Tiongkok | 6,07 detik | Medali Emas |
| Haddan Malik Baqmuhyibar | Indonesia | 6,21 detik | Medali Perak |
Harapan Regenerasi dan Potensi Atlet Lain
Galar berambisi keberhasilan ini menjadi batu loncatan bagi pekerjaan internasional Haddan ke depan. Perjuangan Haddan dianggap sebagai bukti bahwa atlet muda Indonesia mempunyai kualitas nan kompetitif untuk bersaing di panggung dunia.
Selain Haddan, Indonesia juga mengirimkan Ardana Cikal Damarwulan nan bersaing di nomor boulder dan lead U17. Cikal juga menunjukkan potensi besar dengan sukses menembus babak final nan diikuti oleh delapan peserta terbaik. Ia melaju ke babak puncak setelah menempati ranking keenam pada fase semifinal, membuka kesempatan tambahan bagi Indonesia untuk menambah koleksi prestasi di arena nan berjalan pada 18-25 Juli tersebut.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·