Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Provinsi Fujian, China, sepakat mempercepat penerapan kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP) melalui penyusunan daftar proyek dan sektor prioritas nan lebih konkret. Langkah ini diharapkan menjadi katalis baru masuknya investasi China, khususnya ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang nan diproyeksikan sebagai "Shenzhen-nya Indonesia".
Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Wakil Gubernur Provinsi Fujian Zhao Zenglian di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Menurut Airlangga, pemerintah mau mempercepat realisasi proyek-proyek strategis dalam kerangka TCTP guna memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-China melalui peningkatan investasi, perdagangan, dan pengembangan industri.
"Sesuai pengarahan Presiden Prabowo Subianto, pengembangan KEK Industropolis Batang nan telah diresmikan sejak 20 Maret 2025, sebagai Shenzhen-nya Indonesia, diharapkan dapat segera diwujudkan. Salah satunya melalui percepatan penerapan beragam proyek konkret dalam kerangka program TCTP," kata Airlangga.
Airlangga juga mengapresiasi support Pemerintah Provinsi Fujian nan selama ini menjadi salah satu mitra utama Indonesia dalam pengembangan kerja sama industri dan investasi.
Dalam skema TCTP, Indonesia dan China telah membangun beragam kerjasama antara area industri, pemerintah daerah, hingga pelaku upaya kedua negara. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 30 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) telah ditandatangani dengan perkiraan nilai investasi mencapai sekitar Rp37,1 triliun.
Pemerintah berambisi kerja sama tersebut tidak berakhir pada tahap penandatanganan, melainkan segera bersambung ke tahap penerapan proyek nan bisa menciptakan aktivitas ekonomi baru di kedua negara.
Di sisi lain, Wakil Gubernur Fujian Zhao Zenglian menyampaikan komitmen pemerintahannya untuk mempercepat realisasi program TCTP. Menurutnya, penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan, identifikasi proyek prioritas, serta penyusunan langkah tindak lanjut menjadi kunci agar kerja sama melangkah lebih efektif.
"Kami siap untuk bersama-sama dengan Pemerintah Indonesia dalam mendorong perkembangan area dalam program TCTP dan berkomitmen untuk mengidentifikasi sektor-sektor prioritas nan berpotensi dikembangkan berbareng dengan Provinsi Fujian," ujar Zhao.
Selain pengembangan proyek investasi, kedua negara juga terus memperkuat ekosistem pendukung TCTP melalui fasilitasi perdagangan, koordinasi kepabeanan, peningkatan kelancaran arus barang, hingga ekspansi akses pasar.
Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan suasana upaya nan lebih kompetitif sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di kawasan-kawasan nan masuk dalam program TCTP.
Kedua pihak juga menegaskan komitmen untuk mempercepat penyusunan masterplan penerapan TCTP sebagai pedoman pengembangan kerja sama ke depan.
Sebagai penutup pertemuan, Zhao turut menyampaikan undangan resmi kepada Airlangga untuk menghadiri China International Fair for Investment and Trade (CIFIT) 2026 nan bakal digelar di Kota Xiamen pada 8 September 2026. CIFIT merupakan salah satu pameran investasi terbesar di bumi nan berfokus pada promosi investasi dan perdagangan internasional.
Kerja sama TCTP sendiri menjadi salah satu proyek unggulan hubungan ekonomi Indonesia-China nan diharapkan bisa menarik investasi manufaktur, memperkuat rantai pasok industri, dan mempercepat transformasi area industri strategis nasional, termasuk KEK Industropolis Batang nan tengah dipersiapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.
(haa/haa)
Addsource on Google

2 jam yang lalu
8







English (US) ·
Indonesian (ID) ·