ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan jejeran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah berjumpa dengan perwakilan dari Dubai International Financial Centre (DIFC) beberapa waktu lalu.
Pertemuan ini dilakukan untuk mendengarkan masukan mengenai rencana pemerintah membentuk Pusat Financial Internasional Indonesia (PFII). Hal ini diungkap oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kemenkeu Herman Saheruddin.
"Kemarin kita ketemu dari jejeran Dubai financial center gitu ya. Kita mendengarkan masukan-masukan dari mereka," kata Herman saat ditemui wartawan usai rapat Panja mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) PFII berbareng Komisi XI DPR RI, Selasa (14/7/2026).
Pada malam ini, pembahasan dengan DIFC bakal berlanjut. Kali ini, Menkeu bakal mendengar masukan dari mantan CEO DIFC.
"Yang kelak malam tetap mendengar masukan dari DIFC, tapi kali ini mendengar dari eks CEO-nya," lanjut Herman.
Dalam masukan tersebut, cukup banyak masukan nan diberikan seperti halnya langkah corak pusat finansial, keputusan nan lebih teliti, dan lain-lainnya.
"Masukan-masukannya banyak, seperti hal-hal nan lebih teliti bagaimana, corak pusat finansialnya bagaimana, lantaran kan enggak semua berbentuk pusat finansial utuh gitu, ada juga nan bentukannya hanya menjadi hub gitu, intinya banyak sih masukannya," terangnya.
Herman menambahkan, pembahasan dengan jejeran DIFC merupakan upaya pemerintah untuk membuka masukan-masukan dari beragam pihak, agar Rancangan Undang-Undang (RUU) dan pembentukan PFII bisa melangkah dengan lancar tanpa ada masalah.
"Pertemuan ini bermaksud memberikan masukan kepada kami, lantaran kami kudu meaningful participation. Kita dengerin semuanya gitu, termasuk dari DIFC," jelasnya.
(pgr/pgr)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·