Gim Roblox(MI/HO)
PLATFORM gim daring populer, Roblox, resmi memperkenalkan fitur terbaru berjudul Family Zone. Inovasi ini dirancang untuk mempererat hubungan antara orangtua dan anak melalui konsep co-play, sekaligus memberikan kendali penuh bagi orang tua dalam mengawasi aktivitas digital buah hati mereka.
Vice President Civility & Partnerships Roblox, Tami Bhaumik, menjelaskan bahwa fitur ini memungkinkan orang tua untuk menautkan akun pribadi mereka dengan akun anak. Melalui tautan tersebut, orang tua dapat mengakses dasbor pengaturan unik langsung dari ponsel mereka.
"Anda perlu menautkan akun Anda dengan akun anak Anda. Dari sana, Anda bakal mendapatkan akses ke dasbor di ponsel Anda. Akan sangat mudah bagi Anda untuk menyesuaikan pengaturan sesuai kemauan Anda," ujar Tami dalam aktivitas bertemu media, dikutip Sabtu (8/8).
Fleksibilitas Berdasarkan Kedewasaan Anak
Tami menekankan bahwa setiap anak mempunyai tingkat kedewasaan nan berbeda, meskipun berada di golongan usia nan sama. Oleh lantaran itu, Family Zone memberikan kebebasan bagi orangtua untuk menentukan batas konten nan paling sesuai dengan perkembangan masing-masing anak.
"Tidak semua anak berumur 9 tahun alias 12 tahun sama dari segi tingkat kedewasaan. Anda mungkin mau memberikan lebih banyak kebebasan, alias lebih sedikit kebebasan, tergantung pada tingkat kedewasaan anak Anda," tambahnya.
Sistem Verifikasi Wajah dan Keamanan Data
Selain fitur kontrol orangtua, Roblox juga memperketat sistem keamanan melalui verifikasi usia menggunakan metode pengenalan wajah. Teknologi ini bermaksud memastikan pengguna berada pada kategori usia nan tepat dan mencegah anak di bawah umur berinteraksi dengan orang dewasa nan tidak dikenal.
Terkait privasi, Roblox menjamin bahwa info pemindaian wajah hanya digunakan untuk perkiraan usia. Setelah proses verifikasi selesai, info tersebut bakal segera dihapus dan tidak bakal digunakan untuk keperluan iklan maupun pencarian aktivitas pengguna.
Berikut adalah ringkasan batas fitur komunikasi dan sistem keamanan nan diterapkan oleh Roblox:
| Anak Usia 5 - 12 Tahun | Tidak diberikan akses ke fitur komunikasi. |
| Remaja Usia 13 - 15 Tahun | Hanya dapat berkomunikasi dengan pengguna nan telah disetujui orang tua. |
| Sistem Verifikasi | Pengenalan wajah (data langsung dihapus setelah verifikasi). |
| Pemantauan Berlapis | Verifikasi ulang dengan kartu identitas resmi jika terdeteksi anomali aktivitas. |
Roblox juga menerapkan sistem pemantauan aktivitas berlapis. Jika sistem mendeteksi pola aktivitas nan tidak wajar alias tidak sesuai dengan profil usia, pengguna bakal diminta melakukan verifikasi ulang, termasuk tanggungjawab mengunggah kartu identitas resmi.
"Jadi ini adalah upaya kami untuk betul-betul memastikan bahwa kami mencoba membantu orang tua merasa berkekuatan dan membantu mereka membimbing anak-anak mereka," pungkas Tami. (Ant/Z-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·