Rusia, India, Malaysia, dan Filipina Meriahkan West Java International Fun Folk Festival di Bandung

2 hari yang lalu 3
Rusia, India, Malaysia, dan Filipina Meriahkan West Java International Fun Folk Festival di Bandung Para pengisi aktivitas West Java International Fun Folk Festival dari beragam negara berpotret berbareng di Pondopo Kota Bandung.(MI/BAYU ANGGORO)

KOTA Bandung menjadi tuan rumah penyelenggaraan West Java International Fun Folk Festival (WJIFFF), di Pendopo Kota Bandung, Minggu (19/7). Gelaran ini mengukuhkan Bandung sebagai barometer diplomasi bumi setelah sebelumnya diawal Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 1955.

WJIFFF ini diyakini sebagai terjemahan KAA 1955 dalam wajah nan lebih humanis dan menyentuh masyarakat melalui seni dan budaya. Perhelatan ini menjadi magnet bagi delegasi budaya dari Indonesia, Rusia, Malaysia, Filipina, dan India untuk berbagi panggung persahabatan.

Festival ini merupakan kerjasama antara Lions Club Bandung Sangkuriang, Lions Club Bandung Raya, Color of Indonesia, Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (P2LIPI), serta Pemerintah Daerah Kota Bandung.

Ketua Panitia Pelaksana, Irma Suganda, menjelaskan, pagelaran ini merupakan manifestasi nyata diplomasi budaya nan menyatukan beragam bangsa melalui bahasa universal, ialah seni.

"Kehadiran delegasi dari lima negara menjadi kehormatan bagi kami," katanya.

Pihaknya berambisi aktivitas ini menjadi jembatan nan memperkuat hubungan antarbangsa. Tak hanya menjadi sarana komunikasi lintas negara, gelarannya inipun diharapkan bisa memperluas jejaring budaya, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk bangga terhadap warisan budaya sendiri.

"Inspirasi bagi generasi muda," kata Irma.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan nan meresmikan aktivitas tersebut, menegaskan, Bandung mempunyai rekam jejak panjang dalam membangun komunikasi internasional. diplomasi tidak hanya melalui forum politik formal, tetapi juga melalui seni, budaya, dan hubungan antarmasyarakat.

"Kami merasa bangga menjadi tuan rumah bagi para sahabat dari Rusia, Malaysia, Filipina, dan India. Apalagi Bandung mempunyai sejarah sebagai kota nan menjembatani diplomasi dan komunikasi bangsa-bangsa," tambahnya.

Menurut dia, semangat itu datang kembali melalui diplomasi budaya nan menghubungkan masyarakat bumi dalam suasana persahabatan.


PENTAS SENI


Nuansa kebudayaan memang terasa dalam gelaran tersebut. Sekitar 30 siswa SDN M. Toha membuka perhelatan lewat atraksi Rampak Gendang dan tari gamelan nan enerjik. Penampilan mereka sekaligus menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya kudu diwariskan kepada generasi penerus, selaras dengan momentum menyambut Hari Anak Nasional.

Kekayaan budaya Jawa Barat pun memukau para tamu mancanegara melalui Tari Merak nan dibawakan lima penari dari sanggar Pusbitari. Tarian ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia oleh Mendikbudristek pada Desember 2020.

Kemeriahan bersambung saat delegasi Rusia, Malaysia, Filipina, dan India menyuguhkan tarian tradisional unik negara masing-masing. Pertunjukan tersebut juga diperkaya dengan penampilan dari sanggar tari Tri dan sanggar Rengganis nan memanjakan mata ratusan undangan nan memadati Pendopo Kota Bandung.

Puncak aktivitas ditutup dengan social dance Tari Kalem Aya Urang/Balakutak Line Dance nan dipandu pembimbing d'ULD (The Universal Line Dance) Jawa Barat. Seluruh peserta dari beragam negara larut dalam tarian bersama, membuktikan bahwa seni bisa meruntuhkan sekat bahasa, budaya, maupun kebangsaan.

Keberhasilan West Java International Fun Folk Festival menjadi bukti otentik bahwa Bandung tidak hanya menyimpan lembaran sejarah diplomasi dunia, tetapi juga terus menghadirkan ruang kerjasama baru nan relevan bagi generasi muda. Melalui budaya, Kota Bandung kembali menegaskan perannya sebagai jembatan persahabatan internasional dan pusat produktivitas nan menghubungkan Indonesia dengan masyarakat dunia.

Selengkapnya