Ilustrasi.(Magnific)
PASAR saham dunia sebagian besar mengalami pelemahan pada perdagangan Rabu (29/7), dipicu oleh anjloknya indeks Korea Selatan seiring mundurnya para penanammodal dari taruhan besar pada sektor kepintaran buatan (AI). Namun, indeks FTSE 100 London justru sukses mencetak rekor tertinggi baru.
Indeks utama London tersebut sempat menyentuh nomor 10.951,06 poin, melampaui rekor sebelumnya di level 10.934,94 nan dicapai pada akhir Februari. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan harga minyak dunia nan menguntungkan raksasa daya seperti Shell dan BP, mengingat FTSE 100 tidak didominasi oleh perusahaan teknologi besar.
Guncangan Sektor Teknologi dan AI
Ketegangan di sektor teknologi menyebabkan volatilitas tinggi. Susannah Streeter, kepala strategi investasi di Wealth Club, mencatat bahwa penanammodal mulai mempertanyakan valuasi teknologi nan terlalu tinggi, peningkatan kompetisi, serta permintaan di masa depan.
Dampak paling signifikan terlihat di Korea Selatan. Indeks Kospi merosot enam persen, melanjutkan keruntuhan nyaris 11 persen pada hari sebelumnya. Produsen chip SK Hynix ambruk nyaris 20 persen, nan berfaedah perusahaan tersebut kehilangan lebih dari separuh nilainya sejak mencapai rekor tertinggi hanya sebulan nan lalu.
Di wilayah Asia lain, pasar Tokyo ditutup turun 1,5 persen dan Taipei merosot nyaris empat persen. Sebaliknya, Hong Kong sukses naik dua persen dipimpin oleh sektor teknologinya nan mulai pulih, diikuti penguatan di Shanghai, Sydney, dan Mumbai.
Ketegangan Timur Tengah Dongkrak Harga Minyak
Harga minyak bumi melonjak lima persen akibat serangan baru di Timur Tengah nan memicu kekhawatiran gangguan pasokan. Pasukan AS dan Arab Saudi dilaporkan menyerang aliansi militan Irak, sementara Iran meluncurkan rudal ke Yordania.
Ketegangan ini menghidupkan kembali kekhawatiran atas pasokan minyak dunia nan sebelumnya tertekan oleh blokade Iran di Selat Hormuz dan ancaman Houthi terhadap ekspor Arab Saudi. Harga minyak mentah Brent naik 5,2 persen menjadi US$88,44 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 4,9 persen ke level US$83,13.
Kinerja Perusahaan Nonteknologi
Di Eropa, laporan untung perusahaan memberikan hasil nan beragam. Saham Hermes ambruk lebih dari 10 persen di Paris setelah hasil menunjukkan permintaan di pasar utama Tiongkok belum pulih. Namun, induk perusahaan Gucci, Kering, melonjak nyaris 14 persen.
Di Frankfurt, BMW naik tipis 0,4 persen di tengah berita rencana pengurangan 8.000 tenaga kerja hingga tahun 2027 akibat transisi ke mobil listrik dan persaingan ketat dari Tiongkok.
Angka Kunci Sekitar Pukul 11:15 GMT:
- London - FTSE 100: NAIK 0,2% di 10.893,19 poin
- Paris - CAC 40: TURUN 0,5% di 8.418,32
- Frankfurt - DAX: NAIK 0,2% di 25.509,81
- Seoul - Kospi: TURUN 6,0% di 5.663,24 (tutup)
- Tokyo - Nikkei 225: TURUN 1,5% di 61.434,19 (tutup)
- Minyak Brent: NAIK 5,2% ke US$88,44 per barel
Investor sekarang juga tengah menantikan keputusan Federal Reserve AS mengenai suku bunga. Bank sentral AS itu diperkirakan bakal menahan biaya pinjaman meskipun ada kekhawatiran inflasi nan tinggi. (AFP/I-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·