Said Aqil Siradj: Kebangkitan Umat Harus Dimulai dari Penguatan Iman yang Hakiki

1 hari yang lalu 5
ARTICLE AD BOX

loading...

Mantan Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siradj menegaskan bahwa kebangkitan umat Islam tidak cukup diwujudkan melalui semaraknya syiar dan simbol keagamaan. Foto/Dok.SindoNews

JAKARTA - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Said Aqil Siradj menegaskan bahwa kebangkitan umat Islam tidak cukup diwujudkan melalui semaraknya syiar dan simbol-simbol keagamaan. Menurutnya, nan jauh lebih krusial adalah membangun ketaatan nan betul dan tertanam kuat di dalam hati.

Pesan tersebut disampaikan dalam tausiahnya pada aktivitas Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dan Semarak Pra-Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII nan diselenggarakan oleh Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dengan Majelis Rasulullah dan iNews TV, Sabtu (4/7/2026).

Baca juga: Membaca Dinamika Menuju Muktamar ke-35 NU

Dalam kesempatan itu, Said Aqil membujuk umat Islam melakukan refleksi terhadap kondisi bangsa saat ini. Menurutnya, kehidupan keagamaan tampak semakin semarak dengan beragam aktivitas syiar Islam, pembangunan masjid, majelis taklim, serta beragam aktivitas dakwah. Namun, pada saat nan sama beragam corak penyimpangan moral juga tetap terjadi.

"Hari ini syiar Islam begitu semarak, tetapi kemaksiatan juga semakin marak. Korupsi tetap merajalela, ketidakjujuran tetap banyak terjadi, dan beragam penyimpangan moral tetap menjadi persoalan bangsa. Ini menjadi bahan renungan bagi kita semua," ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa syiar nan berkembang sering kali tetap berkarakter simbolik dan belum sepenuhnya melahirkan transformasi moral nan nyata dalam kehidupan masyarakat.

Selengkapnya