Said Iqbal Mau Temui Menperin Bahas Nasib Buruh Otomotif

19 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal berencana menemui Menteri Perindustrian untuk membahas nasib pekerja di industri otomotif. Terutama nan dinilai mulai terancam pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat rencana relokasi produksi ke Vietnam.

Dalam pertemuan itu, Said Iqbal bakal menyampaikan aspirasi penanammodal Jepang nan mengaku menghadapi beragam tantangan dalam berupaya di Indonesia, termasuk mengenai kebijakan insentif industri otomotif.

"Maka saya kelak kemungkinan juga bakal minta berjumpa dengan Menteri Perindustrian," kata dia dalam Konferensi Pers secara virtual, Minggu (28/6/2026).

Adapun, masukan tersebut diperoleh saat dirinya melakukan mitigasi ancaman relokasi produksi di PT SAI dan PT JAI di Mojokerto dan Pasuruan, Jawa Timur. Kedua perusahaan nan memproduksi komponen kabel otomotif itu semula berencana memindahkan sekitar 50 persen lini produksinya ke Vietnam.

Namun, setelah dilakukan perbincangan antara manajemen perusahaan, prinsipal Jepang, dan serikat pekerja, rencana relokasi tersebut sukses ditekan.

Dalam perbincangan tersebut, Said mengatakan manajemen perusahaan Jepang mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah terhadap industri otomotif Jepang nan telah lama berinvestasi di Indonesia.

"Selama ini, ini kata-kata manajemen, mereka merasa pemerintah dalam perihal ini, Kementerian Perindustrian, tidak ada kepedulian terhadap persoalan-persoalan nan mereka hadapi. Terutama sebagai penanammodal Jepang nan sudah lama ada di Indonesia. Nah, baru jika ada hal-hal seperti ini, ada rumor relokasi ke Vietnam, baru Kementerian Perindustrian ada kepedulian," kata Said.

(ven/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya