Sejumlah Siswa Pindah Sekolah usai Gedung SDN Kebayoran Lama 09 Pagi Roboh

18 jam yang lalu 4
Sejumlah Siswa Pindah Sekolah usai Gedung SDN Kebayoran Lama 09 Pagi Roboh Ilustrasi(Dok Magnific )

SEJUMLAH siswa diketahui pindah sekolah setelah gedung SDN Kebayoran Lama 09 Pagi, Jakarta Selatan, mengalami kerusakan dan roboh. Keputusan tersebut diambil orang tua demi menjaga keamanan serta kenyamanan anak selama mengikuti aktivitas belajar mengajar (KBM).

Orang tua siswa, Evi Afrida, mengatakan perpindahan siswa terjadi setelah kondisi gedung sekolah menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua. Bahkan, sejumlah siswa kelas 5 disebut berencana pindah sekolah pada tahun aliran baru.

"Ada nan pindah, kelas 5 SD ini juga ada nan mau pindah nih.. Tahun ini ya pas aliran baru ini, tanggung kan," kata Evi kepada wartawan di SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta, Selasa (21/7).

Menurut Evi, jumlah siswa nan tetap berguru saat ini juga mengalami penurunan cukup signifikan. Jika sebelumnya satu kelas dapat diisi hingga 32 siswa, sekarang jumlah siswa nan tersisa dari dua kelas hanya mencapai 38 orang.

Karena itu, Evi berambisi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menyediakan gedung sekolah nan layak agar para siswa dapat belajar dengan kondusif dan nyaman. Apalagi, aktivitas Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) telah berjalan sehingga siswa kelas 1 diharapkan dapat menjalani proses belajar di lingkungan nan kondusif.

"Untuk adik-adik kami ini nan tetap lama buat penerusnya, kita ya minta nan terbaik sudah gitu aja sih kita nggak nan gimana-gimana, hanya minta tolong disegerakan gitu," ucapnya.

Saat ini, jumlah siswa kelas 1 hingga kelas 6 nan tetap berguru tercatat sebanyak 274 orang. Jumlah tersebut menurun dibandingkan sebelumnya nan mencapai sekitar 300 siswa.

Bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, roboh saat hujan deras pada 27 November 2024, bertepatan dengan penyelenggaraan Pilkada DKI Jakarta.

Sebanyak empat ruang kelas dan satu ruangan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) terdampak dalam peristiwa tersebut. Hujan deras nan turun pada sore hari menyebabkan kondisi gedung semakin melemah hingga akhirnya roboh.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, kondisi gedung nan terus mengalami kerusakan membikin para orang tua siswa cemas terhadap keselamatan anak-anak mereka.

Sejak kejadian itu, orang tua siswa terus meminta kejelasan mengenai pembangunan kembali sekolah. Namun, hingga sekarang belum ada kepastian mengenai perbaikan alias pembangunan gedung sekolah tersebut.

Evi berambisi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera membantu pembangunan kembali sekolah agar para siswa dapat belajar di tempat nan lebih aman, layak, dan nyaman. Selain mengganggu aktivitas belajar mengajar, kondisi tersebut juga berakibat pada aktivitas mengaji yang tertunda. (Ant/E-4)

Selengkapnya