Kawasan Kilang milik PT Kilang Pertamina Balikpapan.(Dok. PT KPB)
HASIL uji laboratorium tebaran serpihan debu dari area kilang minyak dan gas Pertamina Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), menunjukkan seluruh parameter dalam kondisi kategori aman. Namun, pemerintah Kota Balikpapan tetap meminta PT Kilang Pertamina Balikpapan alias KPB, melakukan pertimbangan menyeluruh, terhadap prosedur operasional agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, lantaran sebelumnya debu itu sempat menjadi keluh warga.
Hal ini ditegaskan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, Kamis (16/7) kemarin. Ia membenarkan hasil pengetesan laboratorium nan dilakukan oleh Sucofindo, telah diterima pada pekan lalu. Dan berasas hasil kajian tersebut, tidak ditemukan indikasi pencemaran nan membahayakan kesehatan masyarakat maupun lingkungan.
"Hasil uji laboratorium menunjukkan seluruh parameter nan diperiksa tetap dalam kategori aman. Semua parameter baku mutu udara dalam kondisi normal," jelasnya.
Sudirman meminta, agar hasil pengetesan tersebut telah disampaikan kepada pihak kelurahan agar diteruskan kepada masyarakat nan sebelumnya terdampak. Langkah itu dilakukan agar penduduk memperoleh info resmi mengenai hasil pemeriksaan laboratorium.
Ia menuturkan, meskipun hasil uji menyatakan kondisi lingkungan aman, DLH tetap meminta PT Kilang Pertamina Balikpapan melakukan pertimbangan terhadap standar operasional prosedur (SOP), khususnya pada aktivitas operasional nan berpotensi menimbulkan akibat terhadap lingkungan sekitar.
“Selain itu, kami juga minta perusahaan lebih meningkatkan koordinasi dengan pemerintah, andaikan bakal melaksanakan aktivitas seperti proses commissioning alias pekerjaan lain nan berpotensi menimbulkan gangguan bagi masyarakat. Jadi ada beberapa prosedur nan kudu mereka review kembali sehingga kejadian seperti kemarin bisa diminimalkan," kata Sudirman.
Menurutnya, komunikasi nan sigap antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi aspek krusial dalam penanganan setiap dugaan pencemaran lingkungan. Karena itu, masyarakat diimbau segera melaporkan andaikan menemukan kejadian serupa.
"Kalau ada kejadian seperti itu, segera koordinasikan ke kelurahan alias lembaga terkait. Dengan begitu kita bisa bergerak berbareng mengambil langkah cepat, mulai dari pengecekan di lapangan hingga pengambilan sampel, seperti nan dilakukan kemarin," pintanya.
Ia mengatakan, ketika usai menerima laporan dari masyarakat, tim DLH langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan awal dan mengambil sampel. Selanjutnya, sampel tersebut diuji lebih rinci di laboratorium independen Sucofindo.
"Dari hasil pengetesan detail, menyimpulkan jika serpihan debu nan terjadi saat itu tidak berbahaya, dan kualitas udaranya tetap memenuhi baku mutu ambien," ungkapnya.
Pastikan Transparansi
Terpisah, VP Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman, memastikan seluruh rekomendasi nan diberikan DLH maupun Dinas Kesehatan Kota Balikpapan telah ditindaklanjuti sesuai pengarahan pemerintah.
Ia mengatakan hasil pengetesan laboratorium independen terhadap sampel nan diambil juga telah disampaikan kepada kedua lembaga tersebut sebagai corak transparansi.
"Seluruh rekomendasi nan disampaikan oleh DLH dan Dinas Kesehatan telah kami tindaklanjuti dan laksanakan sesuai pengarahan nan diberikan. Hasil pengetesan laboratorium independen terhadap sampel mengenai juga telah kami sampaikan kepada DLH dan DKK," ujar Asep.
Ke depan, lanjutnya, PT Kilang Pertamina Balikpapan bakal melanjutkan tahapan start-up commissioning sebagai bagian dari penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan melibatkan pemerintah wilayah serta lembaga teknis terkait.
Menurut Asep, perusahaan telah menyiapkan beragam langkah mitigasi, baik dari sisi teknis maupun nonteknis, guna memastikan seluruh proses melangkah sesuai standar keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.
"Kami memohon support dan angan dari masyarakat Balikpapan, khususnya penduduk di sekitar wilayah operasional kami, agar proses ini dapat melangkah lancar demi keberlangsungan operasional nan kondusif dan berfaedah bagi masyarakat luas," pungkasnya. (H-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·