Senegal Pecat Pape Thiaw Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026

7 jam yang lalu 1
ARTICLE AD BOX
Senegal Pecat Pape Thiaw Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Pelatih timnas Senegal Pape Thiaw(AFP/FRAN SANTIAGO / GETTY IMAGES NORTH AMERICA)

FEDERASI Sepak Bola Senegal (FSF) resmi memberhentikan Pape Thiaw dari bangku pembimbing kepala timnas. Keputusan ini diambil menyusul tersingkirnya tim berjuluk Singa Teranga tersebut di babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Thiaw, nan menjabat sejak Desember 2024, kandas membawa Senegal melangkah jauh di turnamen paling bergengsi di bumi tersebut. Perjalanan Senegal di fase grup pun tergolong terjal setelah menelan kekalahan dari Prancis dan Norwegia di dua laga pembuka.

Harapan sempat muncul saat mereka melumat Irak 5-0, nan membawa mereka lolos ke fase gugur sebagai salah satu tim ranking ketiga terbaik.

Drama Kekalahan dari Belgia

Puncak kekecewaan terjadi pada babak 32 besar saat menghadapi timnas Belgia. Senegal sebenarnya sempat unggul meyakinkan dengan skor 2-0. Namun, konsentrasi nan pecah di menit-menit akhir membikin mereka kebobolan dua gol telat. Laga bersambung ke babak tambahan waktu, dengan Senegal akhirnya kudu menyerah 3-2 setelah Belgia mendapatkan bingkisan penalti nan menentukan hasil pertandingan.

Kegagalan ini memicu gejolak di internal tim. Gelandang andalan, Pape Gueye, secara terbuka menyatakan bakal "mengambil jeda" dari memihak tim nasional Senegal selama manajemen saat ini tetap memegang kendali.

Pernyataan Resmi FSF

Dalam pernyataan resminya, FSF menegaskan bahwa pemecatan ini dilakukan setelah melalui proses peninjauan nan mendalam.

"Setelah pertimbangan menyeluruh terhadap hasil olahraga dan prospek tim nasional, FSF memutuskan untuk memberhentikan Thiaw demi kepentingan terbaik sepak bola Senegal," tulis pernyataan tersebut.

Buntut Kontroversi AFCON 2025

Selain hasil di Piala Dunia, masa kedudukan Thiaw juga dibayangi oleh kontroversi besar pada Piala Afrika 2025. Senegal datang ke Piala Dunia 2026 dengan status nan tetap diperdebatkan setelah gelar juara Piala Afrika mereka dicopot oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).

Insiden tersebut bermulai pada final Piala Afrika Januari lampau melawan timnas Maroko. Thiaw menjadi sorotan utama setelah menginstruksikan para pemainnya untuk keluar lapangan (walk-off) sebagai protes atas penalti nan diberikan kepada Maroko di masa injury time.

Meskipun para pemain akhirnya kembali ke lapangan setelah penundaan selama 17 menit, ketika penalti Brahim Diaz sukses digagalkan dan Pape Gueye mencetak gol kemenangan di babak tambahan, CAF tetap mengambil tindakan tegas.

Pada Maret lalu, CAF membatalkan hasil final tersebut dan menyatakan Maroko sebagai pemenang akibat tindakan mogok bertanding nan diprakarsai Thiaw.

Hingga saat ini, pihak Senegal tetap melakukan upaya norma dengan mengusulkan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dengan angan bisa mendapatkan kembali gelar juara tersebut. Namun, bagi Thiaw, perjalanan berbareng Teranga Lions dipastikan telah berhujung di tengah rentetan hasil mengecewakan dan polemik disiplin di lapangan hijau. (bbc/Z-1)

Selengkapnya