ARTICLE AD BOX
Ketum PBNU Gus Yahya.(Antara)
KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya, merespons pernyataan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) nan meminta adanya pergantian kepemimpinan di tubuh PBNU. Gus Yahya menyentil Cak Imin tidak mengerti dinamika internal organisasi lantaran belum pernah menjadi bagian dari kepengurusan NU.
"Ya silakan saja jika Pak Muhaimin membikin pernyataan begitu. Tapi saya kira ya lantaran beliau memang ya mungkin kurang mengerti tentang NU ya, lantaran seumur hidup beliau belum pernah jadi pengurus NU di semua tingkatan jadinya. Jadi pengurus Ranting saja belum pernah," ujar Gus Yahya di Kantor PBNU, Selasa (14/7).
Gus Yahya membantah tudingan Cak Imin nan menyebut PBNU jalan di tempat selama lima tahun terakhir. Ia menyatakan bahwa struktur kepengurusan hingga tingkat akar rumput justru merasakan adanya lompatan besar selama periode kepemimpinannya.
"Beliau tidak tahu berubah tidak berubahnya seperti apa kan tidak tahu. Nah sementara jika dicek ke jejeran NU sampai ke bawah, saya kira tidak ada nan bisa menolak tentang kemajuan-kemajuan esensial nan sudah sukses dicapai selama kepengurusan periode ini," imbuhnya.
Gus Yahya menilai wajar jika bangku strategis PBNU diminati oleh banyak tokoh. Sembari berseloroh, Gus Yahya menyebut kedudukan orang nomor satu di PBNU memang mempunyai daya tarik nan kuat.
"Dinamika internal ya biasa-biasa saja. Ya jika orang kepingin jadi Ketua Umum PBNU itu ya banyak nan pengen lah ya. Namanya Ketua Umum kan gagah kayak saya gini nih ya. Sehingga jika banyak nan pengen biasa," ujarnya.
Hingga saat ini, Gus Yahya mengaku belum mendengar ada figur pengganti lain nan secara resmi menggalang support dari pengurus wilayah alias cabang. Kendati demikian, dia menantang Cak Imin jika memang tertarik untuk ikut berkontestasi memperebutkan bangku Ketum PBNU, asalkan bersedia menanggalkan jabatannya di partai politik.
"Kita tunggu saja, tetap ada waktu sampai akhir Agustus. Tapi sekali lagi jika ada nan mau maju, misalnya Pak Muhaimin Iskandar mau mundur dari Ketua Umum PKB nyalon Ketua Umum PBNU, itu juga wajar saja. Dulu saya juga dengan terang-terangan menyatakan maju sebagai calon," tantang Gus Yahya.
Pada kesempatan itu, Gus Yahya juga mengungkapkan dirinya bakal kembali mencalonkan diri menjadi Calon Ketua Umum PBNU. Ia menegaskan misinya adalah menuntaskan program kerja strategis nan telah dia rintis sejak awal menjabat.
"Saya memang mencalonkan lagi. Karena pertama, saya mau menyelesaikan agenda-agenda nan sejak awal sudah saya bangun. Dan saya sekarang lebih mengerti tentang gimana menyempurnakan capaian-capaian nan sudah sukses diperoleh ini agar bisa sungguh-sungguh dirasakan manfaatnya secara nyata oleh penduduk Nahdlatul Ulama," katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menegaskan bahwa Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memerlukan pemimpin baru. Cak Imin berpandangan, PBNU perlu mempunyai ketua umum nan lebih segar alias fresh. "Ya pemimpin nan baru. Saat ini butuh pemimpin baru nan fresh," ujar Cak Imin saat ditemui di Kemang, Jakarta, Minggu (12/7).
Cak Imin lantas menyindir Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) nan tidak memberi perubahan apapun di PBNU selama menjabat. "Karena nan lama sudah lima tahun enggak ada perubahan," singkat Cak Imin. (Faj/P-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·