Kilang minyak.(MI)
JURU bicara Panglima Militer Irak Sabah al-Nauman menyampaikan bahwa Pemerintah Irak tengah menyelidiki upaya serangan pesawat nirawak (drone) terhadap sejumlah akomodasi minyak di Arab Saudi guna menindak tegas pihak-pihak nan bertanggung jawab.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menuding golongan pro-Iran di Irak melancarkan serangan terhadap akomodasi minyak di Provinsi Riyadh dan Provinsi Syarqiyah (Eastern Province) menggunakan drone.
"Pemerintah saat ini sedang mengkaji bukti maupun info nan ada dan, berasas hasil penyelidikan, bakal mengambil tindakan norma terhadap siapa pun nan terbukti terlibat dalam serangan tersebut," ujar Sabah al-Nauman.
Ia menekankan bahwa Pemerintah Irak berkomitmen teguh pada prinsip kehidupan bertetangga nan baik dan tidak bakal membiarkan wilayah Irak digunakan sebagai jalur maupun pedoman komando bagi agresi apa pun terhadap negara-negara serumpun maupun negara sahabat.
"Pemerintah Irak tidak bakal menoleransi setiap upaya nan merusak alias mencederai hubungan dengan Arab Saudi, dan bakal terus bertindak untuk menjamin keamanan negara tersebut serta memperkuat kedaulatannya," kata al-Nauman.
Sebelumnya, Kuwait juga dilaporkan telah berulang kali menuding Irak berupaya meluncurkan serangan dari wilayahnya. Dalam pernyataan pada Senin (27/7), Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengatakan sistem pertahanan udaranya telah mencegat dan menghancurkan sejumlah drone yang diluncurkan dari wilayah Irak dan menargetkan akomodasi minyak di teritori kerajaan tersebut.
“Arab Saudi berkuasa untuk memihak diri, wilayahnya, dan prasarana penting, serta mempunyai kewenangan untuk merespons pada waktu dan tempat nan tepat,” kata kementerian tersebut. (Ant/P-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·