Serangan Rudal Iran Hantam Pembangkit Listrik dan Desalinasi Kuwait

4 hari yang lalu 11
Serangan Rudal Iran Hantam Pembangkit Listrik dan Desalinasi Kuwait Ilustrasi.(Magnific)

SERANGAN rudal dan pesawat tak berawak (drone) Iran menghantam akomodasi pembangkit listrik dan instalasi desalinasi air di Kuwait pada Jumat (17/7/2026). Serangan ini merusak sumber utama air minum di negara gurun tersebut dan memicu kekhawatiran bakal krisis kemanusiaan nan lebih luas di area Teluk.

Kementerian Listrik, Air, dan Energi Terbarukan Kuwait mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menyebabkan kebakaran dahsyat dan merusak beberapa unit pembangkit listrik. Meski demikian, pihak kementerian menyatakan bahwa api sukses dipadamkan dan proses perbaikan peralatan nan rusak sedang berlangsung.

Ketergantungan Tinggi pada Desalinasi

Serangan ini menyasar prasarana nan sangat vital bagi kelangsungan hidup penduduk Kuwait. Sekitar 90% air minum di Kuwait berasal dari proses desalinasi, yaitu garam dipisahkan dari air laut menggunakan teknologi reverse osmosis melalui membran ultrafine.

Ketergantungan serupa juga dialami oleh negara-negara tetangga di area tersebut. Sekitar 86% air minum di Oman dan 70% di Arab Saudi dipasok melalui proses nan sama. Ratusan pabrik desalinasi nan berderet di sepanjang pantai Teluk Persia sekarang berada dalam jangkauan serangan rudal alias drone Iran.

Peringatan Keamanan: Analisis CIA tahun 2010 memperingatkan bahwa serangan terhadap akomodasi desalinasi dapat memicu krisis nasional di negara-negara Teluk. Lebih dari 90% air desalinasi di area ini hanya dipasok oleh 56 pabrik yang semua sangat rentan terhadap sabotase alias tindakan militer.

Dampak Militer dan Eskalasi Regional

Markas Besar Staf Umum Angkatan Darat Kuwait mengonfirmasi bahwa serangan drone Iran tersebut juga melukai sejumlah personel militer. Kepala Staf Angkatan Darat, Letjen Khaled Dirj Saad Al-Shreian, dilaporkan mengunjungi para prajurit nan terluka akibat sesuatu nan disebutnya sebagai agresi biadab Iran. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa.

Insiden ini merupakan bagian dari eskalasi nan lebih luas sejak dimulai Operation Epic Fury pada 28 Februari lalu. Sebelumnya, Kuwait juga melaporkan kerusakan di pabrik desalinasi Doha West akibat puing-puing drone nan dicegat.

Saling Tuduh di Kawasan Teluk

Ketegangan ini tidak berdiri sendiri. Pada 8 Maret, Iran menuduh Amerika Serikat menyerang pabrik desalinasi di Pulau Qeshm nan memutus pasokan air bagi 30 desa, meskipun Washington tidak mengakui serangan tersebut. Di sisi lain, pemberontak Houthi dari Yaman juga tercatat pernah menargetkan akomodasi desalinasi Arab Saudi di masa lalu.

Para mahir memperingatkan bahwa serangan nan melumpuhkan pabrik desalinasi secara total dapat menyebabkan kota-kota besar di area Teluk kehilangan akses air bersih hanya dalam hitungan hari. Jika peralatan kritis hancur, pemadaman pasokan air bisa berjalan selama berbulan-bulan. (New York Post/I-2)

Selengkapnya